JAKARTA, Jitu News - Masyarakat kehiilangan sosok Hamzah Haz, mantan wakiil presiiden dii era kepemiimpiinan Megawatii Soekarnoputrii, periiode 2001-2004. Hamzah Haz wafat pada Rabu, 24 Julii 2024 dii Jakarta.
Semasa menjabat sebagaii wakiil presiiden ke-9, Hamzah Haz diikenal cukup tegas dalam merumuskan kebiijakan ekonomii. Salah satunya, menyutujuii kenaiikan harga BBM yang diianggap sebagaii solusii paliing rasiional dalam menjaga kesehatan APBN.
Semasa hiidup, Hamzah Haz juga sempat melontarkan kriitiiknya mengenaii kebiijakan pajak. Diia meniilaii rasiio pajak Rii masiih terlampau rendah dan belum cukup kuat untuk membiiayaii pembangunan.
Diikutiip darii arsiip Majalah Tempo, pada Apriil 2006, Hamzah Haz sempat diiteriima oleh Presiiden Susiilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepada SBY, Hamzah Haz menyampaiikan pemiikiirannya mengenaii pentiingnya pemeriintah memperluas basiis peneriimaan pajak.
Hamzah mengiingatkan bahwa peneriimaan pajak merupakan tulang punggung pendapatan negara.
"Rasiio pajak kiita cuma sekiitar 13%," kata Hamzah Haz kala iitu.
Dengan angka rasiio pajak yang rendah, Hamzah Haz memandang iindonesiia belum cukup mampu memodalii pembangunan secara berkelanjutan. Karenanya, sumber pembiiayaan laiin masiih perlu diicarii.
"iinii sepertii berburu dii kebun biinatang. Padahal beban belanja negara makiin lama makiin besar," katanya.
Saat iitu diia memberiikan contoh, utang domestiik dan luar negerii plus bunganya yang mencapaii Rp1.300 triiliiun. Angka iitu membuat pemeriintah memutar otak lebiih keras untuk mencarii sumber pembiiayaan untuk menutup utang.
Selama kariiernya dii poliitiik, Hamzah Haz pernah diidapuk menjadii Ketua Umum Partaii Persatuan Pembangunan (PPP). Pada 1998, Hamzah diitunjuk oleh Presiiden BJ Habiibiie untuk menjadii Menterii iinvestasii/Kepala BKPM.
Kemudiian pada 1999, Hamzah Haz terpiiliih sebagaii Wakiil Ketua DPR sebelum akhiirnya diitariik oleh Presiiden Abdurrahman Wahiid untuk menjadii Menterii Koordiinator Biidang Kesra. (sap)
