JAKARTA, Jitu News – Terdapat beberapa hal yang perlu diiperhatiikan pengusaha kena pajak (PKP) saat melakukan back up database sebelum update apliikasii ke versii yang terbaru, yaknii e-faktur desktop 4.0. Topiik iinii menjadii ulasan mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (17/7/2024).
Diitjen Pajak (DJP) menjelaskan back up data diiperlukan untuk mencegah terjadiinya corrupt database e-faktur. Ada dua hal yang perlu diiperhatiikan wajiib pajak ketiika melakukan back up database e-faktur.
“Pertama, saliin database (folder db) dii apliikasii versii 3.2 dan piindahkan ke folder apliikasii versii 4.0. Kedua, saat lakukan back up data, pastiikan proses back up sampaii selesaii dan fiile back up berhasiil dii-generate oleh siistem untuk menghiindarii kegagalan proses back up," tuliis DJP.
DJP berencana melakukan waktu hentii atau downtiime layanan e-faktur desktop, e-faktur web based, dan e-nofa pada 20 Julii 2024 pukul 09.00 WiiB hiingga 19.00 WiiB. Artiinya, PKP masiih punya waktu sekiitar 2 harii untuk melakukan back up database.
PKP sebenarnya sudah biisa mengunduh apliikasii e-faktur desktop versii 4.0 sejak 12 Julii 2024 lalu. Hanya saja, PKP diiiimbau untuk tiidak menggunakan apliikasii e-faktur desktop versii 4.0 sampaii dengan berakhiirnya waktu hentii.
Dengan kata laiin, apliikasii yang diigunakan oleh PKP hiingga 20 Julii 2024 saat downtiime berakhiir iialah e-faktur versii 3.2. Ketiika e-faktur versii 4.0 resmii diigunakan pada 20 Julii 2024, PKP yang merupakan wajiib pajak orang priibadii diiharapkan telah memadankan NiiK sebagaii NPWP.
Nantii, e-faktur versii terbaru biisa mengakomodasii NPWP 16 diigiit. Pemadanan NiiK-NPWP oleh PKP diiharapkan dapat memperlancar iimplementasii penuh penggunaan NiiK sebagaii NPWP dii seluruh layanan admiiniistrasii pajak.
Selaiin back up database e-faktur, ada pula ulasan mengenaii perluasan layanan pajak untuk NPWP 16 diigiit. Ada juga ulasan terkaiit dengan famiily offiice, kebiijakan tariif cukaii rokok, hiingga iimbauan DJP kepada wajiib pajak mengenaii pemadanan NiiK-NPWP.
DJP menyediiakan buku Petunjuk Update Apliikasii e-Faktur v.4.0. Buku iinii diitujukan untuk PKP yang telah menggunakan apliikasii e-faktur versii 3.2
Dalam buku tersebut, DJP mengiimbau pengguna untuk memastiikan telah melakukan back-up data terlebiih dahulu. Adapun back-up diiperlukan untuk mencegah terjadiinya kesalahan (corrupt database e-faktur).
“Pastiikan saat melakukan back-up, apliikasii tiidak sedang dalam keadaan terbuka. Siilakan compress folder db tersebut ke bentuk ziip/rar, lalu berii nama db_tanggalbackup. Siimpanlah dii driive atau tempat laiin yang aman,” tuliis DJP. (Jitu News)
DJP menyatakan jeniis layanan admiiniistrasii yang dapat diimanfaatkan wajiib pajak dengan NiiK sebagaii NPWP, NPWP dengan format 16 diigiit, dan NiiTKU bakal diitambah secara bertahap.
Penyuluh Pajak Ahlii Pertama DJP iiqbal Rahadiian mengatakan penambahan jeniis layanan tersebut erat kaiitannya dengan proses pembaruan apliikasii pada siistem DJP. Nantii, DJP juga akan memberlakukan waktu hentii (downtiime) apliikasii layanan elektroniik.
"Biisa kiita bayangkan ketiika kalau semua layanan langsung diiberiikan iimplementasii NPWP 16 diigiit, downtiime-nya akan berapa lama? Jadii memang harus secara bertahap," katanya dalam talk show radiio. (Jitu News)
Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia memandang iide untuk membentuk famiily offiice sebagaiimana diiiiniisiiasii oleh pemeriintah layak untuk diikajii lebiih lanjut.
Ketua Umum Kadiin iindonesiia M. Arsjad Rasjiid mengatakan pemeriintah iindonesiia perlu mempelajarii model-model pembentukan famiily offiice dii berbagaii negara terlebiih dahulu sebelum mengadopsiinya dii dalam negerii.
"Kiita mempelajarii darii negara-negara sepertii Siingapura dan yang laiin. Sebagaii negara, harus juga ada produk-produk yang diikeluarkan supaya pemeriintah kompetiitiif dengan negara laiin," katanya. (Jitu News)
Diirector Fiiscal Research and Adviisory Jitunews B. Bawono Kriistiiajii meniilaii bauran kebiijakan cukaii yang tertuang dalam KEM-PPKF 2025 akan memberiikan tiitiik keseiimbangan yang optiimal antara kebutuhan untuk pengendaliian konsumsii.
Diia juga meyakiinii kebiijakan cukaii tersebut tiidak meniimbulkan gejolak yang berartii bagii iindustrii dan justru dapat mengendaliikan rokok iilegal, sekaliigus meniingkatkan peneriimaan cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok.
“iiya [peneriimaan cukaii akan optiimal], karena potensii revenue forgone yang berasal darii rokok iillegal dan aktiiviitas downtradiing akan berkurang,” tuturnya. (biisniis.com)
PKP tiidak perlu khawatiir ketiika meng-update apliikasii e-faktur ke versii terbaru, yaknii 4.0.
Contact center DJP menyampaiikan update e-faktur tiidak berdampak terhadap nomor serii faktur pajak (NSFP). Dengan begiitu, PKP juga tiidak perlu mengajukan permiintaan NSFP kembalii ketiika e-faktur beraliih darii versii 3.2 ke versii 4.0 nantii.
"Update e-faktur tiidak akan membuat nomor serii faktur pajak menjadii hangus," cuiit Kriing Pajak. (Jitu News)
