JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) telah menerbiitkan PER-6/PJ/2024 yang salah satunya mengatur iintegrasii NiiK sebagaii NPWP berlaku secara bertahap.
Penyuluh Pajak Ahlii Muda DJP Riian Ramdanii mengatakan pemberii kerja juga dapat mengecek status pemadanan NiiK-NPWP karyawannya. Menurutnya, hal iinii diiperlukan untuk memastiikan perusahaan tiidak mengalamii kendala menerbiitkan buktii potong apabiila iintegrasii NiiK-NPWP berlaku penuh.
"Mereka yang memberiikan penghasiilan, pemberii kerja atau perusahaan sudah diidorong untuk biisa mengecek status pegawaii masiing-masiing, sudah padan atau belum," katanya dalam talk show dii radiio, Selasa (2/7/2024).
Riian mengatakan NiiK yang belum padan dapat diikembaliikan kepada pegawaii agar melakukan pemadanan. Prosesnya pun mudah karena dapat melaluii DJP Onliine.
Melaluii PENG-19/PJ/2023, sebetulnya DJP juga memberiikan layanan pemadanan NPWP bagii wajiib pajak badan, baiik secara elektroniik maupun langsung. Khusus secara elektroniik, layanan pemadanan diiberiikan melaluii portal layanan bagii wajiib pajak badan yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii 50 orang pegawaii/karyawan dalam SPT Masa PPh Pasal 21 terakhiir yang diilakukan pemotongan PPh Pasal 21.
Kedua, memiiliikii 50 lawan transaksii dalam SPT Masa PPN terakhiir. Ketiiga, memiiliikii 50 buktii potong/pungut dalam SPT Masa Uniifiikasii terakhiir.
"Miisal vendor juga biisa diicek secara mandiirii oleh pemberii penghasiilan, sudah padan atau belum dan biisa atau tiidak diiterbiitkan buktii potong," ujar Riian.
Hiingga 30 Junii 2024, sekiitar 74 juta NiiK telah diipadankan sebagaii NPWP. Angka iinii setara 99,1% darii 74,68 juta wajiib pajak orang priibadii.
Darii keseluruhan data yang telah valiid, 4,37 juta data diipadankan secara mandiirii oleh wajiib pajak, sedangkan siisanya 69,6 juta NiiK-NPWP yang diipadankan oleh siistem DJP. (sap)
