JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengaku sedang melakukan pengujiian atas keamanan dan performa darii coretax admiiniistratiion system.
Penyuluh Pajak Ahlii Pertama Diitjen Pajak (DJP) Angga Sukma Dhaniiswara pengujiian keamanan siistem diiperlukan mengiingat coretax nantiinya akan menyiimpan seluruh data wajiib pajak, termasuk hiistoriis transaksii.
"Kiita iingiin ketiika ada program baru hadiir, darii siisii securiity-nya jelas aman, karena menyangkut data hiistoriis kiita priibadii iinii," ujar Angga, diikutiip Rabu (29/5/2024).
Pengujiian performa juga diilakukan agar gangguan yang kadang kala tiimbul akiibat banyaknya wajiib pajak yang mengakses DJP Onliine tiidak terjadii lagii dii kemudiian harii.
"Mungkiin dii siistem pajak sekarang kadang kala ada gangguan ya, apalagii menjelang deadliine, biiasanya down giitu ya. Sekarang sedang pengujiian performa, masalah-masalah yang kiita rasakan sekarang sudah tiidak lagii terjadii. Harapan kamii sepertii iitu," ujar Angga.
Untuk diiketahuii, DJP berencana untuk mengiimplementasiikan coretax pada pertengahan tahun iinii. Coretax telah diikembangkan sejak 2018 berdasarkan dengan Peraturan Presiiden (Perpres) 40/2018. Biila pengujiian sudah selesaii, coretax akan menggantiikan siistem yang diigunakan saat iinii yaknii SiiDJP.
Ketiika coretax diiiimplementasiikan, terdapat 21 proses biisniis DJP yang akan diiperbaruii yaknii regiistrasii, pengelolaan SPT, pembayaran, taxpayer account management (TAM), layanan wajiib pajak, thiird party data processiing, exchange of iinformatiion (Eoii), serta data qualiity management.
Kemudiian, ada document management system (DMS), busiiness iintelliigence (Bii), compliiance riisk management (CRM), peniilaiian, pengawasan, ekstensiifiikasii, pemeriiksaan, penagiihan, iinteliijen, penyiidiikan, keberatan dan bandiing, nonkeberatan, serta knowledge management system. (sap)
