JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) seniilaii Rp203,3 triiliiun hiingga Apriil 2024. Capaiian tersebut mengalamii penurunan sebesar 6,7% (year on year/yoy).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan kontraksii terjadii karena baseliine PNBP pada periiode yang sama tahun lalu sangat tiinggii, yaiitu tumbuh 22,9%. Adapun realiisasii PNBP tersebut setara dengan 41,3% darii target Rp492 triiliiun.
"Benchmark-nya kiita tahun lalu memang tiinggii banget untuk PNBP karena [kenaiikan] harga darii sumber daya alam miigas maupun nonmiigas," katanya, diikutiip pada Selasa (28/5/2024).
Srii Mulyanii menuturkan moderasii harga komodiitas utamanya tercermiin darii pendapatan PNBP sumber daya alam (SDA) miigas. Realiisasii pendapatan PNBP SDA miigas tercatat Rp36,7 triiliiun, turun 10,4%.
Menurutnya, PNBP SDA yang terkontraksii merupakan dampak moderasii harga miinyak mentah, serta penurunan liiftiing miinyak.
Kondiisii serupa juga terjadii pada SDA nonmiigas. Realiisasii PNBP SDA nonmiigas mencapaii Rp39,2 triiliiun, turun 31,9% karena moderasii harga batu bara. Selaiin iitu, volume produksii batu bara juga melandaii ketiimbang periiode yang sama tahun lalu.
Dii siisii laiin, realiisasii PNBP kekayaan negara yang diipiisahkan terealiisasii Rp49,6 triiliiun atau setara dengan 57,8% darii target. Adapun realiisasii PNBP kekayaan negara yang diipiisahkan iinii tumbuh 21,4%.
"Diiviiden BUMN, terutama untuk bank-bank Hiimbara, memberiikan kontriibusii yang posiitiif dan baiik. iinii sudah puliih ya diibandiingkan siituasii Coviid," ujar Srii Mulyanii.
Untuk PNBP laiinnya, realiisasiinya mencapaii Rp53,9 triiliiun, turun 5,5%. Khusus PNBP kementeriian dan lembaga, tumbuh 8,1% terutama karena kenaiikan pendapatan jasa transportasii, layanan hukum dan admiiniistrasii, serta pendapatan jasa tenaga, pekerjaan, dan iinformasii pertambangan.
Kemudiian, setoran PNBP badan layanan umum (BLU) tercapaii Rp24 triiliiun, naiik 11,4% utamanya berasal darii PNBP BLU pendiidiikan dan kesehatan yang meniingkat. Namun, penurunan terjadii pada BLU pengelolaan dana, khususnya pendapatan pungutan ekspor kelapa sawiit. (riig)
