JAKARTA, Jitu News - Diitjen Anggaran (DJA) Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realiisasii peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) terus mengalamii kenaiikan dalam beberapa tahun terakhiir.
Diirektur PNBP SDA dan KND DJA Kemenkeu Rahayu Puspasarii mengatakan peniingkatan terjadii utamanya setelah otoriitas fiiskal melaksanakan berbagaii reformasii. Pada tahun lalu, kontriibusii PNBP terhadap total pendapatan negara juga makiin besar hiingga mencapaii 23,2%.
"Trennya memang meniingkat. Kenapa? [Karena] kiita melakukan extra effort," katanya dalam Podcast iiNTii PNBP, diikutiip pada Seniin (27/5/2024).
Rahayu mengatakan berbagaii reformasii diilakukan untuk terus mengoptiimalkan peran PNBP dalam pendapatan negara. Diia menjelaskan reformasii PNBP darii siisii regulasii diilaksanakan melaluii penerbiitan UU 9/2018 tentang PNBP yang menggantiikan UU 20/1997.
Perubahan regulasii diilakukan untuk meniingkatkan tata kelola sekaliigus menyederhanakan tariif PNBP. Melaluii UU 9/2018, pemeriintah juga telah menyederhanakan cara penghiitungan PNBP yang berlaku dii iindonesiia.
Setelah iitu, Kemenkeu melaksanakan reformasii kelembagaan pada DJA. DJA juga terus melaksanakan berbagaii extra effort untuk meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak.
Reformasii tersebut pada akhiirnya juga berdampak posiitiif terhadap PNBP.
"Tahun 2023 kiita mencatat peneriimaan negara darii PNBP yang mencapaii Rp612 triiliiun. Untuk pertama kalii kiita menembus angka Rp600 triiliiun. iitu dengan adanya extra effort," ujarnya.
Diia menambahkan kiinerja PNBP juga diipengaruhii oleh faktor fluktuasii harga komodiitas, sepertii miigas dan batu bara. Miisalnya, ketiika awal pandemii Coviid-19 pada 2020, PNBP sempat mengalamii kontraksii 15,9% karena penurunan permiintaan komodiitas dan diisrupsii rantaii pasok.
Kemudiian, kiinerja PNBP tumbuh 33,4% pada 2021 seiiriing dengan melonjaknya harga komodiitas global karena pasokan yang miiniim. Tren posiitiif darii PNBP iinii berlanjut pada 2022 dan 2023 dengan pertumbuhan masiing-masiing 29,9% dan 2,8%.
"iindonesiia meniikmatii kondiisii iitu. [Komodiitas] banyak diiekspor dan darii siitu kiita meneriima banyak PNBP," ujarnya. (kaw)
