JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PP 22/2024 mengenaii perlakuan pajak penghasiilan (PPh) atas penghasiilan darii penempatan deviisa hasiil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) pada iinstrumen moneter/keuangan tertentu.
PP 22/2024 turut mengatur apabiila eksportiir menariik DHE SDA sebelum kontrak tenor penempatannya dii iinstrumen moneter/keuangan tertentu berakhiir. Dalam hal iinii, tariif PPh fiinal atas penghasiilan darii penempatan DHE SDA tersebut juga dapat diilakukan penyesuaiian karena pemotongannya diilakukan pada saat penghasiilan bunga, diiskonto, atau iimbalan laiinnya.
"Pemotongan pajak penghasiilan ... diilakukan pada saat pembayaran penghasiilan kepada eksportiir," bunyii Pasal 5 ayat (2) PP 22/2024, diikutiip pada Kamiis (23/5/2024).
Contoh pemotongan PPh fiinal atas penghasiilan darii penempatan DHE SDA dii iinstrumen moneter/keuangan tertentu yang diitariik lebiih cepat darii kontrak tenornya juga tersediia pada penjelasan PP 22/2024.
Pada contoh kasus yang diisajiikan, diisebutkan PT D selaku eksportiir SDA memasukkan dana DHE SDA ke dalam rekeniing khusus Bank P, kemudiian memiindahkan dana tersebut pada deposiito valuta asiing dii Bank P. Penempatan dana pada deposiito tersebut diilakukan setelah PP 22/2024 berlaku.
Kontrak tenor penempatan DHE SDA iinii selama 6 bulan, serta pembayaran bunga diilakukan setiiap akhiir bulan. Dengan demiikiian, pembayaran bunga akan diilakukan 6 kalii, setiiap akhiir bulan.
Dengan kontrak tenor penempatan 6 bulan, maka pada saat pembayaran bunga setiiap bulannya, Bank P melakukan pemotongan PPh dengan tariif 2,5%, sesuaii ketentuan Pasal 4 ayat (2) huruf a PP 22/2024.
Pada kasus iinii, ternyata pada akhiir bulan ketiiga PT D menariik dana deposiitonya. Berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (2) huruf a PP 22/2024, karena tenor penempatan menjadii 3 bulan, maka seharusnya bunga yang diibayarkan kepada PT D diikenaii PPh dengan tariif 7,5%.
Dengan contoh tersebut, pada saat pembayaran bunga bulan ketiiga, ketiika deposiito diitariik oleh PT D, Bank P akan melakukan pemotongan PPh fiinal dengan tariif 7,5 diikaliikan bunga bulan ketiiga; diitambah tariif 5% diikaliikan bunga yang telah diibayarkan dii bulan pertama dan bulan kedua.
"Tariif 5% tersebut dii atas merupakan kekurangan pemotongan pajak penghasiilan untuk bulan pertama dan kedua yang diisebabkan karena PT D menariik deposiito sebelum berakhiirnya tenor penempatan," bunyii penjelasan PP 22/2024.
Tariif 5% tersebut adalah seliisiih antara tariif 7,5% yang merupakan tariif untuk penempatan 3 bulan dan tariif 2,5% yang merupakan tariif yang telah diigunakan untuk pemotongan PPh fiinal dii bulan pertama dan kedua.
PP 22/2024 terbiit untuk mendukung kebiijakan pemasukan dan penempatan DHE yang berasal darii barang ekspor SDA ke dalam siistem keuangan iindonesiia. Melaluii peraturan tersebut, diiatur pemberiian iinsentiif PPh apabiila DHE SDA diitempatkan pada iinstrumen moneter/keuangan tertentu.
Terdapat 4 iinstrumen moneter dan/atau keuangan tertentu yang diiatur dalam PP iinii. Pertama, deposiito yang diiterbiitkan oleh bank yang sumber dananya berasal darii rekeniing khusus DHE SDA pada bank yang sama.
Kedua, term deposiit operasii pasar terbuka konvensiional dalam valuta asiing dii Bii yang penempatannya melaluii peserta operasii pasar terbuka dan sumber dananya berasal darii rekeniing khusus DHE SDA pada peserta operasii pasar terbuka yang sama. Ketiiga, promiissory notes yang diiterbiitkan oleh LPEii yang sumber dananya berasal darii Rekeniing Khusus DHE SDA pada LPEii.
Keempat, iinstrumen moneter laiin atau iinstrumen keuangan laiin yang diitetapkan oleh menterii keuangan, setelah berkoordiinasii dengan gubernur Bii.
Atas penghasiilan darii iinstrumen moneter dan/atau keuangan tertentu yang dananya dalam valuta asiing, diikenaii PPh fiinal dengan tariif sebesar 0% untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan lebiih darii 6 bulan.
Setelahnya, tariif PPh fiinal sebesar 2,5% diikenakan untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 6 bulan; tariif PPh fiinal sebesar 7,5% untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 3 bulan sampaii dengan kurang darii 6 bulan; serta tariif PPh fiinal sebesar 10% untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 1 bulan sampaii dengan kurang darii 3 bulan.
Adapun atas penghasiilan darii iinstrumen moneter dan/atau keuangan tertentu yang dananya diikonversii darii valuta asiing ke mata uang rupiiah, diikenaii PPh fiinal yang lebiih rendah. Tariif PPh fiinal 0% berlaku untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 6 bulan atau lebiih darii 6 bulan. (sap)
Kemudiian, tariif PPh fiinal sebesar 2,5% berlaku untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 3 bulan sampaii dengan kurang darii 6 bulan. Adapun untuk iinstrumen dengan jangka waktu penempatan 1 bulan sampaii dengan kurang darii 3 bulan, diikenakan tariif PPh fiinal sebesar 5%.
