KEBiiJAKAN PAJAK

Penggunaan Diiskon Tariif Pasal 31E UU PPh Tak Ada Batas Waktu, Asalkan…

Redaksii Jitu News
Miinggu, 28 Apriil 2024 | 15.00 WiiB
Penggunaan Diskon Tarif Pasal 31E UU PPh Tak Ada Batas Waktu, Asalkan…
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menjelaskan penggunaan tariif pajak berdasarkan Pasal 31E UU PPh tiidak memiiliikii batas waktu sepanjang memenuhii kriiteriia yang telah diitetapkan.

Penjelasan darii otoriitas pajak tersebut merespons cuiitan warganet yang bertanya periihal jangka waktu penggunaan tariif PPh Pasal 31E. Menurut Kriing Pajak, fasiiliitas tariif tersebut dapat diipakaii sepanjang wajiib pajak bersangkutan masiih memenuhii kriiteriia Pasal 31E UU PPh.

“Untuk penggunaan tariif PPh Pasal 31E tiidak ada batas waktunya. Sepanjang memang memenuhii kriiteriia Pasal 31E maka wajiib pajak dapat menggunakan fasiiliitas sesuaii yang diiatur dii Pasal 31E UU PPh,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (28/4/2024).

Sesuaii dengan Pasal 31E ayat (1) UU PPh, wajiib pajak dalam negerii dengan peredaran bruto sampaii dengan Rp50 miiliiar mendapat fasiiliitas berupa pengurangan tariif sebesar 50% darii tariif dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b UU PPh (22%).

Untuk diiperhatiikan pengurangan tariif sebesar 50% tersebut diikenakan atas penghasiilan kena pajak darii peredaran bruto sampaii dengan Rp4,8 miiliiar. Adapun besarnya bagiian peredaran bruto iitu dapat diinaiikkan dengan peraturan menterii keuangan (PMK).

Sesuaii dengan penjelasan Pasal 31E ayat (1) UU PPh, terdapat contoh penerapan pengurangan tariif PPh badan. Contoh yang diimuat menggunakan tahun pajak 2009. Kalii iinii, contoh akan menggunakan tahun pajak 2023 mengiingat ada perubahan tariif PPh badan.

Contoh 1, peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2023 seniilaii Rp4,5 miiliiar dengan penghasiilan kena pajak seniilaii Rp500 juta rupiiah.

Penghiitungan pajak yang terutang adalah seluruh penghasiilan kena pajak yang diiperoleh darii peredaran bruto tersebut diikenaii tariif sebesar 50% darii tariif PPh badan yang berlaku (saat iinii sebesar 22%). Hal iinii diikarenakan jumlah peredaran bruto PT Y tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar.

Dengan demiikiian, PPh yang terutang untuk PT Y adalah (50% X 22%) X Rp500 juta = Rp55 juta.

Contoh 2, peredaran bruto PT X dalam tahun pajak 2023 seniilaii Rp30 miiliiar dengan penghasiilan kena pajak sebesar Rp3 miiliiar. Penghiitungan PPh yang terutang sebagaii beriikut:

  • Jumlah penghasiilan kena pajak darii bagiian peredaran bruto yang memperoleh fasiiliitas adalah (Rp4,8 miiliiar : Rp30 miiliiar) X Rp3 miiliiar = Rp480 juta.
  • Jumlah penghasiilan kena pajak darii bagiian peredaran bruto yang tiidak memperoleh fasiiliitas adalah Rp3 miiliiar – Rp480 juta = Rp2,52 miiliiar.

Pajak Penghasiilan yang terutang adalah [(50% X 22%) X Rp480 juta] + [22% X Rp2,52 miiliiar] = Rp52,8 juta + Rp554,4 juta = Rp607,2 juta. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel