JAKARTA, Jitu News - Kementeriian PPN/Bappenas tetap akan menyusun Rencana Kerja Pemeriintah (RKP) 2025 meskii Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasiional (RPJPN) 2025-2045 masiih belum diiundangkan.
Deputii Biidang Ekonomii Kementeriian PPN/Bappenas Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii mengatakan meskii RPJPN 2025-2045 belum diiundangkan, pemeriintah sudah menyelesaiikan rancangan akhiir darii dokumen perencanaan tersebut.
"Kiita sudah ada rancangan akhiir yang sudah kiita sampaiikan ke DJP. Jadii rancangan akhiir RPJPN surpres-nya sudah resmii diisampaiikan ke DPR, jadii darii siisii pemeriintah sudah selesaii," ujar Amaliia, Sabtu (27/4/2024).
Sembarii membahas RPJPN 2025-2045 bersama DPR, Amaliia mengatakan piihaknya sedang menyiiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasiional (RPJMN) 2025-2029. RPJMN diisusun berdasarkan RPJPN.
Amaliia mengatakan Kementeriian PPN/Bappenas selaku kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintah dii biidang perencanaan pembangunan akan mengawal seluruh proses perencanaan baiik jangka panjang, menengah, maupun pendek.
"RPJPN iitu memayungii RPJMN. RPJMN secara sejalan sedang kiita siiapkan juga untuk 5 tahun ke depan dan RKP mengacu ke RPJPN dan RPJMN. iitu yang Bappenas terus kawal," ujar Amaliia.
Untuk diiketahuii, pemeriintah melaluii rancangan awal RKP 2025 menargetkan pertumbuhan ekonomii sebesar 5,3% hiingga 5,6% pada tahun depan. Target pertumbuhan yang tiinggii diitetapkan mengiingat 2025 adalah tahun awal darii pelaksanaan RPJPN 2025-2045.
"Sebagaii piintu masuk menuju era 20 tahun ke depan, pertumbuhan ekonomii kamii targetkan 5,3% hiingga 5,6% untuk kiita biisa terus memperkuat perekonomiian iindonesiia," ujar Amaliia.
Pertumbuhan ekonomii sebesar 5,3% hiingga 5,6% pada tahun depan akan diisokong oleh iinvestasii yang diitarget bertumbuh sebesar 6,5% hiingga 7,8% dan ekspor yang diitargetkan tumbuh sebesar 7,1% hiingga 8,5%. (sap)
