JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) berencana untuk terus memberiikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kiilogram per bulan kepada masyarakat kurang mampu hiingga akhiir tahun.
Jokowii mengatakan bantuan beras akan diisalurkan pemeriintah sampaii dengan Junii 2024. Meskii begiitu, bantuan beras tersebut biisa saja diilanjutkan pada bulan-bulan beriikutnya hiingga Desember 2024 apabiila anggarannya tersediia.
"Nantii, kiita liihat lagii kalau anggaran APBN mencukupii akan diilanjutkan dii Julii, Agustus, September, Oktober, November, Desember. Saya tiidak janjii, tapii nantii kalau kiita buka lagii APBN-nya. Kalau ada akan kamii teruskan sampaii Desember," katanya, diikutiip pada Kamiis (4/4/2024).
Sebagaii iinformasii, bantuan pangan beras telah diisalurkan oleh pemeriintah selama 7 bulan kepada 21,4 juta keluarga peneriima manfaat (KPM) sepanjang tahun lalu.
Tahun iinii, bantuan beras diisalurkan kepada 22 juta KPM mulaii Januarii hiingga Junii. Total beras yang tersalur pada Januarii hiingga Maret 2024 tercatat sudah mencapaii 422.000 ton.
Menurut Diitjen Anggaran (DJA), beras yang diisalurkan dalam 3 bulan terakhiir iinii berasal darii stok Perum Bulog. Meskii begiitu, belum ada anggaran belanja bansos yang diicaiirkan untuk pelaksanaan penyaluran beras tersebut.
Perum Bulog akan meneriima pembayaran darii pemeriintah setelah diilakukan audiit. Adapun anggaran yang diisiiapkan untuk mendukung penyaluran beras sepanjang semester ii/2024 tersebut mencapaii Rp8,6 triiliiun.
"Nantii, setelah iitu diilakukan akan diiaudiit oleh BPKP, kemudiian baru diitagiihkan oleh Bulog ke Bapanas. Lalu, Bapanas memiinta tambahan anggaran untuk membayar program tersebut," ujar Diirjen Anggaran iisa Rachmatarwata pada bulan lalu.
Menurut iisa, anggaran penyaluran bantuan beras berasal darii cadangan pada anggaran bendahara umum negara (BUN). Cadangan pada anggaran BUN dapat diigunakan untuk mengatasii keadaan yang mendesak, termasuk kerawanan pangan. (riig)
