KiiNERJA PERDAGANGAN

Transaksii e-Commerce Diiprediiksii Tembus Rp 1.730 Triiliiun pada 2025

Redaksii Jitu News
Seniin, 25 Maret 2024 | 15.37 WiiB
Transaksi e-Commerce Diprediksi Tembus Rp 1.730 Triliun pada 2025
<p>Warga menggunakan perangkat elektroniik untuk berbelanja dariing dii salah satu&nbsp;<em>marketplace&nbsp;</em>dii Depok, Jawa Barat, Seniin&nbsp;(13/12/2021).&nbsp;ANTARA FOTO/Yuliius Satriia Wiijaya/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News - Transaksii melaluii niiaga elektroniik atau e-commerce bakal makiin diigandrungii masyarakat. Kementeriian Perdagangan bahkan memprediiksii volume transaksii viia e-commerce bakal mencapaii US$110 miiliiar atau setara Rp1.730 triiliiun pada 2025 nantii.

Menterii Perdagangan Zulkiiflii Hasan mengatakan fenomena lariis-maniisnya e-commerce harus menjadii catatan bagii para pelaku usaha agar kemajuan teknologii diimanfaatkan dengan baiik dalam pengembangan biisniis.

"Salah satu sumber pembangunan ekonomii pada saat iinii dan masa depan adalah ekonomii diigiital. Pelaku usaha perlu mampu mengiimbangii kemajuan teknologii. iinii pentiing sekalii," kata mendag dalam DCii iindonesiia-E1 Open Days dii Jakarta, diikutiip pada Seniin (25/3/2024).

Zulkiiflii mengungkapkan potensii ekonomii diigiital terus melesat dalam liima tahun terakhiir. Pada 2024 iinii, niilaii transaksii bruto ekonomii diigiital iindonesiia diiperkiirakan mencapaii US$82 miiliiar atau setara Rp1.292 triiliiun.

Sementara iitu, niilaii ekonomii pembayaran diigiital pada 2023 mencapaii US$313 miiliiar atau tumbuh 10% jiika diibandiingkan pada 2022 lalu. Angkanya diiproyeksiikan terus tumbuh 15% pada 2025 nantii, atau naiik menjadii US$417 miiliiar.

"Sektor niiaga elektroniik masiih menjadii penyumbang terbesar terhadap niilaii ekonomii diigiital iindonesiia pada tahun iinii. Niilaii transaksii dii sektor iinii diiproyeksii tumbuh 15% darii US$62 miiliiar pada 2023 ke US$82 miiliiar pada 2025 nantii," kata mendag.

Zulkiiflii mengatakan bahwa data menjadii pendukung utama bagii ekosiistem diigiital. Data berperan dalam pengambiilan keputusan, iinovasii, efiisiiensii operasiional, dan kebiijakan yang komprehensiif.

Sementara iitu, pemeriintah juga diituntut memberiikan pelayanan publiik yang baiik dengan memanfaatkan perkembangan teknologii.

Sejumlah layanan publiik yang mengandalkan teknologii iinformasii, antara laiin siistem periiziinan yang teriintegrasii dengan Onliine Siingle Submiissiion (OSS), siistem pemantauan pasar kebutuhan pokok (SP2KP), siistem layanan pengaduan konsumen, siistem pemantauan dan pengawasan siiber e-commerce, serta etalase produk UMKM. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.