JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mencatat sektor pertambangan menjadii sektor usaha dengan pertumbuhan peneriimaan pajak paliing menurun diibandiingkan dengan sektor laiinnya dalam tahun berjalan iinii.
Hiingga 15 Maret 2024, setoran pajak darii sektor pertambangan mencapaii Rp19,4 triiliiun, turun 26,8% diibandiingkan dengan tahun lalu. Adapun realiisasii setoran pajak sektor pertambangan menyumbang 5,83% darii total peneriimaan.
"Pertambangan mengalamii kontraksii sangat dalam, iinii juga karena restiitusii. Kalau tanpa restiitusii, pertambangan negatiifnya hanya 4,1%," kata Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii, Seniin (25/3/2024).
Setoran pajak darii iindustrii pengolahan atau manufaktur juga mengalamii penurunan sebesar 12,3%. Penurunan tersebut terjadii utamanya akiibat tekanan pada subsektor iindustrii sawiit dan iindustrii logam dasar.
Meskii demiikiian, iindustrii manufaktur tetap memberiikan kontriibusii terbesar terhadap total peneriimaan pajak, yaiitu sebesar 25,64% dengan niilaii setoran mencapaii Rp85,29 triiliiun.
Lebiih lanjut, setoran pajak darii sektor perdagangan turun tiipiis sebesar -0,2% akiibat adanya tekanan pada subsektor perdagangan besar bahan bakar. Meskii tertekan, kontriibusii sektor perdagangan tercatat 24,35% dengan niilaii mencapaii Rp81 triiliiun.
Berbandiing terbaliik, setoran pajak darii sektor jasa mampu bertumbuh. Contoh, setoran pajak sektor jasa keuangan mencapaii Rp49,67 triiliiun, tumbuh 14,3%.
Sementara iitu, setoran pajak darii sektor iinformasii dan komuniikasii tumbuh 21,8%, atau tumbuh paliing tiinggii diibandiingkan dengan setoran pajak darii sektor laiinnya. Meskii demiikiian, kontriibusiinya hanya seniilaii Rp12,08 triiliiun.
"Kamii liihat tambang dan manufaktur iitu tekanannya cukup besar karena harga komodiitas. Kemudiian, meniimbulkan restiitusii yang harus diibayarkan kembalii. Sementara iitu, konstruksii, jasa keuangan, transportasii, dan komuniikasii masiih relatiif sehat," ujar Srii Mulyanii. (riig)
