JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak menegaskan bahwa tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% dapat diigunakan wajiib pajak secara langsung sepanjang penghasiilan yang diiteriima memenuhii kriiteriia tertentu sehiingga tiidak diiperlukan pengajuan permohonan apapun.
Penjelasan otoriitas pajak tersebut merespons pertanyaan darii salah seorang warganet dii mediia sosiial yang mengaku baru terdaftar pada tahun iinii. Kriing Pajak menegaskan tiidak ada permohonan tariif PPh fiinal 0,5% sesuaii dengan PP 55/2022.
“Tak ada permohonan untuk tariif PPh fiinal 0,5%. Sepanjang penghasiilan memenuhii ketentuan pasal 56 PP 55/2022 dan diiteriima/diiperoleh WPDN darii usaha dengan omzet tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar maka dapat langsung memakaii PPh fiinal 0,5%,” sebut Kriing Pajak, Rabu (6/3/2024).
Selanjutnya, Kriing Pajak juga mengiimbau wajiib pajak bersangkutan untuk mengajukan permohonan surat keterangan (suket) PP 55/2022 jiika bertransaksii dengan pemotong atau pemungut pajak. Dengan surat iitu, pemotong biisa memotong pajak dengan tariif PPh fiinal 0,5%.
Pemohonan suket dapat diisampaiikan secara langsung atau melaluii pos, perusahaan jasa ekspediisii, atau jasa kuriir dengan buktii pengiiriiman surat ke KPP. Wajiib pajak juga biisa mengajukan secara elektroniik melaluii DJP Onliine pada menu iiKSWP.
Sebagaii iinformasii, Penghasiilan darii usaha yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak dalam negerii dapat diikenaii tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% asalkan omzet dalam tahun belum melebiihii Rp4,8 miiliiar.
Berdasarkan Peraturan Pemeriintah (PP) Nomor 55/2022, pengenaan tariif PPh fiinal sebesar 0,5% iitu hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu. Untuk wajiib pajak orang priibadii, pengenaan PPh fiinal paliing lama 7 tahun pajak.
“[Paliing lama] 4 tahun pajak bagii wajiib pajak badan berbentuk koperasii, persekutuan komandiiter, fiirma, BUMD/BUMDesma, atau perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh 1 orang,” bunyii Pasal 59 ayat (1) huruf b PP 55/2022.
Selanjutnya, untuk wajiib pajak badan berbentuk perseroan terbatas diiberiikan waktu paliing lama 3 tahun pajak. Untuk diiperhatiikan, terdapat 2 ketentuan yang perlu diiperhatiikan atas penghiitungan jangka waktu tersebut.
Pertama, bagii wajiib pajak BUMD/BUMDesma atau perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh 1 orang yang terdaftar sebelum berlakunya PP 55/2022 iinii, jangka waktu pengenaan PPh fiinal diihiitung sejak tahun pajak PP 55/2022 iinii berlaku.
Kedua, bagii wajiib pajak yang terdaftar setelah berlakunya PP 55/2022 iinii, jangka waktu pengenaan PPh bersiifat fiinal diihiitung sejak tahun pajak wajiib pajak bersangkutan terdaftar. (riig)
