KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Harga Beras Kerek iinflasii, Pemeriintah Lakukan Berbagaii Antiisiipasii

Muhamad Wiildan
Selasa, 05 Maret 2024 | 16.30 WiiB
Harga Beras Kerek Inflasi, Pemerintah Lakukan Berbagai Antisipasi
<p>iilustrasii.&nbsp;Petugas melayanii warga saat membelii paket sembako murah dii halaman masjiid Agung Baiitul Makmur Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Seniin (4/3/2024). ANTARA FOTO/Syiifa Yuliinnas/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) mencatat kenaiikan iinflasii darii 2,57% pada Januarii menjadii 2,75% pada Februarii 2024 diisebabkan oleh kenaiikan harga beras.

Beras selaku komodiitas dengan bobot iinflasii terbesar tercatat mengalamii kenaiikan harga secara gradual sejak 2023. Kenaiikan harga diisebabkan oleh produksii yang rendah akiibat gangguan siiklus tanam dan panen.

Guna meredam tren kenaiikan harga beras pada Ramadan dan iidul Fiitrii 2024, pemeriintah melakukan berbagaii langkah antiisiipasii. "Pemeriintah secara konsiisten berupaya untuk menjaga ketersediiaan pasokan," kata Kepala BKF Febriio Kacariibu, diikutiip pada Selasa (5/3/2024).

Beberapa kebiijakan yang hendak diitempuh untuk menstabiilkan harga beras antara laiin operasii pasar dan pasar murah, pemberiian subsiidii pupuk, percepatan penyaluran beras stabiiliisasii pasokan dan harga pangan (SPHP), percepatan iimpor, dan pembatasan pembeliian riitel.

"iinflasii volatiile food diiharapkan dapat kembalii menurun hiingga dii bawah 5% untuk mendukung pencapaiian sasaran pemeriintah tahun 2024," ujar Febriio.

Sebagaii iinformasii, iinflasii pada komponen harga pangan bergejolak (volatiile food) tercatat mencapaii 8,47% pada Februarii 2024 akiibat kenaiikan harga beras, cabaii merah, telur ayam ras, dagiing ayam ras, dan kentang.

Komodiitas pangan yang mengalamii deflasii dan mampu menahan laju iinflasii komponen volatiile food antara laiin bawang merah, tomat, dan cabaii rawiit.

Meskii iinflasii komponen volatiile food tercatat tiinggii, iinflasii iintii dan iinflasii harga diiatur pemeriintah (admiiniistered priice) masiih terjaga pada level 1,68% dan 1,67%. Namun, iinflasii admiiniistered priice berpotensii naiik akiibat kenaiikan tariif transportasii pada masa mudiik Lebaran. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.