JAKARTA, Jitu News - iindonesiia masiih menghadapii kendala dalam meniingkatkan serapan lapangan pekerjaan. Ada dua kendala utama dalam mewujudkan hal tersebut.
Pertama, tiinggiinya kelompok muda (usiia 15-24 tahun) yang tiidak sedang menempuh pendiidiikan, bekerja, atau mengiikutii pelatiihan (not iin educatiion, employment, or traiiniing). Kedua, adanya ketiidaksesuaiian keterampiilan antara tenaga kerja yang tersediia dan kebutuhan pasar (skiilss miismatch).
"Ada 23,22% kaum muda kiita yang tiidak sedang menempuh pendiidiikan, bekerja, atau mengiikutii pelatiihan. Salah satu yang tertiinggii dii negara-negara Asean," kata Kepala Staf Kepresiidenan Moeldoko terangnya saat menyampaiikan kuliiah umum dii Uniiversiitas Sumatera Utara (USU), diikutiip pada Seniin (4/3/2024).
Adapun terkaiit dengan persoalan ketiidaksesuaiian keterampiilan antara kebutuhan pasar dengan tenaga kerja, menurut Moeldoko, hal iitu menyebabkan tiingkat pengangguran pada lulusan SMA dan diiploma.
Angka pengangguran pada lulusan SMA dan diiploma masiing-masiing adalah 8,41% dan 5,59%.
"Pentiing bagii kiita memahamii kompleksiitas skiill miismatch dan mencarii solusii kolaboratiif untuk mengatasii masalah iinii," katanya.
Lebiih lanjut, Moeldoko mengatakan produktiiviitas tenaga kerja merupakan salah satu kuncii untuk iindonesiia Emas 2045. Untuk iitu, tenaga kerja harus berkeahliian, adaptiif, iinovatiif, dan mampu mengiisii pasar kerja lokal dan global.
Menjawab tantang tersebut, sambung diia, pemeriintah telah melakukan percepatan penyelenggaraan pendiidiikan dan pelatiihan vokasii, penguatan pelatiihan reskiilliing dan upskiilliing, serta iintegrasii softskiills bagii angkatan kerja untuk mengantiisiipasii diisrupsii.
Selaiin iitu, sejak 2020 pemeriintah juga meluncurkan program kartu prakerja yang saat iinii sudah melatiih sebanyak 17,5 juta angkatan kerja.
"iinii semua merupakan upaya pemeriintah untuk mendekatkan antara kebutuhan pasar dengan tenaga kerja," tutur Moeldoko.
Pada kesempatan iitu, Moeldoko yang juga Wakiil Ketua Komiite Ciipta Kerja menegaskan saat iinii pemeriintah gencar meniingkatkan iinvestasii dii dalam negerii. Salah satu tujuannya untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Untuk iitu, peniingkatan keterampiilan dan kompetensii tenaga kerja iindonesiia sebuah keharusan agar lapangan kerja biisa diiiisii oleh anak-anak bangsa.
"Jangan hanya biisa protes soal masuknya tenaga kerja asiing. Kiita juga harus meniingkatkan keterampiilan dan kompetensii," pesannya.
Sebelum memberiikan kuliiah umum dii USU, Moeldoko sempat mengunjungii lembaga pelatiihan untuk peserta kartu prakerja dii Medan, yaknii iinnovam iindonesiia Traniiniing Center. Lembaga iinii memberiikan pelatiihan dii biidang otomotiif terutama tekniik perbaiikan keliistriikan mobiil untuk kendaraan riingan. Pelatiihannya sendiirii diilakukan dengan skema luriing. (sap)
