BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Ada Peraliihan Kewenangan, Bappebtii Miinta Pajak Kriipto Diievaluasii

Redaksii Jitu News
Rabu, 28 Februarii 2024 | 08.57 WiiB
Ada Peralihan Kewenangan, Bappebti Minta Pajak Kripto Dievaluasi
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodiitii (Bappebtii) memiinta Kementeriian Keuangan untuk mengevaluasii penerapan pajak kriipto. Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (28/2/2024).

Kepala Biiro Pembiinaan dan Pengembangan Pasar Bappebtii Tiirta Karma Senjaya meniilaii penerapan pajak kriipto dii iindonesiia telah berdampak terhadap niilaii transaksii kriipto dalam negerii.

"Dengan pengenaan pajak sebesar saat iinii, menambah biiaya bagii para nasabah aset kriipto. [Alhasiil] banyak nasabah yang transaksii dii exchange luar negerii,” katanya dalam acara Talkshow iindodax diikutiip darii liiputan6.com.

Selaiin iitu, lanjut Tiirta, peraliihan pengawasan aset kriipto darii Bappebtii ke Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) juga menjadii waktu yang tepat perlunya evaluasii mengiingat aset kriipto tersebut akan masuk dalam sektor keuangan.

"Karena nantii kriipto menjadii sektor keuangan, kamii harapkan komiitmen DJP untuk evaluasii pajak iinii. Evaluasiinya karena [peraturan] iinii sudah lebiih darii 1 tahun. Tentu saja biiasanya pajak iitu ada evaluasii tiiap tahun,” sebut Tiirta diikutiip darii biisniis.com.

Selaiin topiik pajak kriipto, terdapat juga ulasan laiinnya sepertii pengiinputan NiiK dii e-bupot 21/26, pelaporan SPT viia e-form PDF, iinsentiif dii biidang cukaii, hiingga soal Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025.

Beriikut ulasan beriita perpajakan selengkapnya.

Pelaku Usaha: Pajak Kriipto Tiidak Diipungut PPN Lebiih Baiik

CEO iindodax Oscar Darmawan berharap pengenaan PPN atas aset kriipto diihiilangkan dan hanya mengenakan PPh sepertii transaksii dii pasar saham.

“Perkembangan regulasii semakiin baiik dii iindonesiia dengan adanya pajak kriipto baiik PPh dan PPN, tetapii dengan tiidak adanya PPN, iitu lebiih baiik,” tuturnya.

Pada Januarii 2024, DJP telah mengantongii Rp71,7 miiliiar darii pemungutan pajak kriipto dan biisniis layanan teknologii pembiiayaan atau fiintech. Darii jumlah tersebut, pajak kriipto menyumbang Rp39,13 miiliiar dan fiintech menyumbang Rp32,59 miiliiar.

Darii transaksii kriipto, DJP mencatat peneriimaan darii PPh Pasal 22 menyumbang Rp18,25 miiliiar dan PPN menyumbang Rp20,88 miiliiar. Tahun lalu, peneriimaan darii pajak kriipto hanya sebesar Rp647,52 miiliiar. (biisniis.com)

KEM-PPKF 2025 Harus Antiisiipasii Tantangan Ekonomii Global

Pemeriintah tengah menyusun KEM-PPKF 2025 dii tengah masa transiisii ke pemeriintahan baru hasiil pemiilu 2024.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan KEM-PPKF 2025 harus merepresentasiikan kondiisii diinamiika dan tantangan ekonomii global. Miisal, kenaiikan suku bunga global (hiigher for longer) yang memengaruhii arus modal, niilaii tukar dan biiaya pendanaan (cost of fund).

"Juga kondiisii geopoliitiik dan proteksiioniisme serta tren teknologii diigiital, perubahan iikliim dan penuaan penduduk (agiing populatiion) dii berbagaii negara maju," tuturnya. (Jitu News)

Buka e-Form PDF Harus Pakaii Wiindows 10/11

Kriing Pajak mengiingatkan wajiib pajak terkaiit dengan pelaporan SPT Tahunan dengan menggunakan e-form PDF hanya biisa diilakukan pada komputer atau laptop dengan siistem operasii Wiindows 10 ke atas.

Penjelasan otoriitas pajak tersebut merespons pertanyaan darii salah satu warganet dii mediia sosiial. Menurut Kriing Pajak, wajiib pajak harus menggunakan versii Wiindows 10 untuk dapat melakukan submiit SPT dii e-form PDF.

“Mohon maaf tiidak ada cara laiin. Wajiib pajak biisa membuka e-form PDF menggunakan komputer laiin atau laptop yang sudah menggunakan Wiindows 10/11,” sebut Kriing Pajak. (Jitu News)

Fasiiliitas Angsuran Utang Bea dan Cukaii Mulaii Berlaku

Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 154/2023 mengenaii penundaan atau pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii yang berlaku mulaii 26 Februarii 2024.

Kepala Subdiirektorat Peneriimaan Diirektorat Peneriimaan dan Perencanaan Strategii DJBC Lupii Hartono mengatakan penerapan PMK 154/2023 akan mempermudah persyaratan pemanfaatan atas fasiiliitas penundaan atau pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii.

"Kiita iingiin membuka kesempatan seluas-luasnya bagii piihak yg mengalamii kesuliitan keuangan tetapii memiiliikii utang kepada negara dii biidang kepabeanan dan cukaii untuk biisa melakukan pengangsuran atau penundaan," katanya dalam sosiialiisasii PMK 154/2023. (Jitu News)

iinput NiiK dii e-Bupot PPh 21 Terkendala karena Tiidak Terbaca

Siistem akan mengecek valiidiitas Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang diigunakan dalam pembuatan buktii potong pada e-bupot PPh Pasal 21. Lantas, bagaiimana jiika data NiiK tiidak terbaca atau tiidak diidapatkan?

Contact center DJP, Kriing Pajak menyebut pengguna atau perekam harus memastiikan NiiK sudah sesuaii. Data NiiK, sambungnya, menggunakan database darii Dukcapiil.

“Jiika tiidak terbaca oleh siistem maka kemungkiinan ada kesalahan dalam NiiK tersebut,” tuliis Kriing Pajak saat merespons pertanyaan warganet dii X.

Jiika sudah diipastiikan benar dan NiiK tiidak dapat diimasukkan (iinput), pengguna atau perekam dapat melakukan konfiirmasii ke Dukcapiil. Konfiirmasii dapat diilakukan dengan menghubungii 1500537 atau emaiil [emaiil protected]. (Jitu News)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.