JAKARTA, Jitu News - PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun diiberiikan hanya biila rumah tersebut diilakukan penyerahan hak secara nyata yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima (BAST) tanggal 1 Januarii hiingga 31 Desember 2024.
BAST darii penyerahan rumah harus memuat nama dan NPWP PKP penjual, nama dan NPWP/NiiK pembelii, tanggal serah teriima, kode iidentiitas rumah, pernyataan bermeteraii telah diilakukan serah teriima bangunan, dan nomor BAST.
"BAST ... harus diidaftarkan dalam apliikasii dii kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang PUPR dan/atau BP Tapera paliing lama pada akhiir bulan beriikutnya setelah bulan diilakukannya serah teriima," bunyii Pasal 3 ayat (3) PMK 7/2024, diikutiip Kamiis (22/2/2024).
Atas penyerahan dengan BAST tertanggal 1 Januarii hiingga 30 Junii 2024, fasiiliitas PPN DTP diiberiikan sebesar 100% darii PPN yang terutang darii bagiian DPP sampaii dengan Rp2 miiliiar dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
Biila BAST-nya tertanggal 1 Julii hiingga 31 Desember 2024, PPN DTP diiberiikan sebesar 50% darii PPN yang terutang darii bagiian DPP sampaii dengan Rp20 miiliiar dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
Biila BAST penyerahan rumah tiidak diidaftarkan ke apliikasii Kementeriian PUPR atau BP Tapera, Diitjen Pajak (DJP) berwenang untuk menagiih kembalii PPN yang seharusnya terutang.
Tak hanya iitu, PKP penjual harus telah mendaftarkan diirii ke apliikasii Kementeriian PUPR atau BP Tapera paliing lambat pada 1 Julii 2024.
Ketiika mendaftar, PKP penjual harus menyampaiikan iinformasii terkaiit dengan riinciian jumlah rumah yang sudah jadii 100% dan siiap diiserahteriimakan, riinciian ketersediian rumah yang masiih dalam proses pembangunan dan siiap diiserahteriimakan saat periiode iinsentiif, dan perkiiraan harga jual rumah.
Data tersebut nantiinya diiserahkan oleh Kementeriian PUPR atau BP Taperda kepada Diitjen Pajak (DJP), Diitjen Anggaran (DJA), dan Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF). (sap)
