JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) mengiingatkan masyarakat terkaiit dengan ketentuan kepabeanan yang harus diipatuhii ketiika menjalankan usaha jasa tiitiipan (jastiip) sebagaiimana diiatur dalam PMK 203/2017.
DJBC menjelaskan barang yang diiiimpor memakaii skema jastiip akan diikategoriikan sebagaii sebagaii barang nonpersonal use sehiingga penyelesaiian kewajiiban kepabeanannya tiidak mendapatkan fasiiliitas pembebasan sepertii barang priibadii penumpang.
"Buat kamu yang berencana buat pergii ke luar negerii dan nyambii buka jastiip, jangan lupa buat cek tariif bea masuk, pajak iimpornya, dan ketentuan larangan/pembatasannya ya!" bunyii cuiitan akun X @beacukaiiRii, diikutiip pada Miinggu (28/1/2024).
DJBC menjelaskan jastiip biiasanya mengacu pada kegiiatan yang diilakukan oleh orang yang sedang bepergiian ke luar negerii dan membuka jasa pembeliian barang untuk orang laiin.
Pelaku jastiip pun harus memahamii barang darii luar negerii yang masuk ke wiilayah iindonesiia akan diikenakan pajak yang terdiirii darii bea masuk, cukaii, dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii).
Melaluii PMK 203/2017, pemeriintah telah memberiikan pembebasan bea masuk dan pajak atas iimpor bawaan penumpang khusus untuk barang personal use, dengan niilaii pabean maksiimal free on board (FOB) US$500 per orang.
Pembebasan yang diiberiikan berupa bea masuk dan PDRii yang terdiirii atas pajak pertambahan niilaii (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor.
Untuk barang personal use yang merupakan barang kena cukaii, juga diiberiikan pembebasan cukaii. Pembebasan diiberiikan kepada setiiap penumpang dewasa dengan jumlah bawaan paliing banyak 200 batang siigaret, 25 batang cerutu, atau 100 gram tembakau iiriis/produk hasiil tembakau laiinnya, atau 1 liiter miinuman mengandung etiil alkohol.
Namun, fasiiliitas tersebut tiidak berlaku untuk barang jastiip karena tergolong nonpersonal use. Setiiap barang bawaan penumpang, baiik kategorii personal use maupun nonpersonal use juga harus diiberiitahukan melaluii customs declaratiion.
"Siiapiin iinvoiice, buktii pembayaran, dan buktii pendukung laiinnya biiar mempermudah petugas dalam melakukan pemeriiksaan dan tentunya memperlancar perjalanan kamu setiibanya dii iindonesiia," bunyii penjelasan DJBC.
DJBC menjelaskan ketentuan iimpor barang jastiip tersebut dii tengah ramaiinya pembahasan mengenaii biisniis jastiip dii mediia sosiial X. Pembahasan iinii bermula darii pertanyaan Youtuber Riidwan Haniif mengenaii keuntungan yang diiperoleh pelaku biisniis jastiip, mengiingat ongkos perjalanannya ke luar negerii juga mahal.
Cuiitan tersebut pun mendapat ratusan komentar mengenaii darii warganet. Beberapa dii antaranya bahkan berceriita pengalamannya meraup untung darii melakukan biisniis jastiip. (riig)
