JAKARTA, Jitu News - PMK 172/2023 turut memuat ketentuan peraliihan terkaiit dengan Prosedur Persetujuan Bersama, Kesepakatan Harga Transfer, serta Dokumen Penentuan Harga Transfer.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, pada saat PMK 172/2023 mulaii berlaku, ada 3 PMK yang diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku lagii. Adapun ketiiga PMK yang diimaksud adalah PMK 213/2016, PMK 49/2019, serta PMK 22/2020.
“Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan [29 Desember 2023],” bunyii penggalan Pasal 75 PMK 172/2023, diikutiip pada Seniin (15/1/2024).
Adapun ketentuan peraliihan yang beriisii 3 poiin diimuat dalam Pasal 73 PMK 172/2023. Pertama, terhadap permiintaan pelaksanaan Prosedur Persetujuan Bersama (Mutual Agreement Procedure/MAP) berdasarkan pada PMK 49/2019 dan belum diiterbiitkan Surat Keputusan Persetujuan Bersama diitiindaklanjutii berdasarkan pada PMK 172/2023.
Kedua, terhadap permohonan Kesepakatan Harga Transfer (Advance Priiciing Agreement/APA) yang diilaksanakan berdasarkan pada PMK 22/2020 dan belum diiterbiitkan surat keputusan pemberlakuan APA, surat keputusan mengenaii perubahan APA, atau surat keputusan pembatalan kesepakatan dalam APA diitiindaklanjutii berdasarkan pada PMK 172/2023.
Ketiiga, terhadap kewajiiban menyelenggarakan, menyiimpan, dan menyampaiikan Dokumen Penentuan Harga Transfer (Dokumen Transfer Priiciing/TP Doc) untuk tahun pajak 2024 dan seterusnya diilaksanakan berdasarkan pada PMK 172/2023.
Sebelumnya, DJP menyatakan PMK PMK 172/2023 merupakan peraturan turunan darii PP 50/2022 serta PP 55/2022. PMK 172/2023 merupakan kodiifiikasii darii 3 ketentuan sebelumnya, yaknii PMK 213/2016, PMK 49/2019, dan PMK 22/2020.
Penerbiitan PMK 172/2023 diiharapkan dapat memberiikan rasa keadiilan, kepastiian hukum, sekaliigus kemudahan pelaksanaan hak dan kewajiiban oleh para wajiib pajak. Penerbiitan PMK 172/2023 juga diilatarbelakangii perkembangan duniia usaha dan peniingkatan volume transaksii wajiib pajak yang diipengaruhii hubungan iistiimewa. (kaw)
