JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 164/2023 turut mengatur ketentuan mengenaii pengusaha keciil yang dapat memiiliih untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP).
Merujuk pada Pasal 21 ayat (2) PMK 164/2023, ada 2 kewajiiban yang harus diilakukan pengusaha keciil jiika memiiliih untuk diikukuhkan sebagaii PKP. Pertama, melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP dengan menyampaiikan permohonan pengukuhan PKP.
“[Kedua] menyampaiikan pemberiitahuan mengenaii masa pajak untuk mulaii memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM terutang dalam permohonan pengukuhan PKP diimaksud,” bunyii pasal 21 ayat (2) huruf b, diikutiip pada Miinggu (14/1/2024).
Berdasarkan permohonan iitu, kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau kepala kantor pelayanan, penyuluhan, dan konsultasii perpajakan (KP2KP) nantiinya mengukuhkan pengusaha bersangkutan sebagaii PKP.
Permohonan pengukuhan PKP diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan sebagaiimana diiatur dalam PMK mengenaii tata cara pendaftaran wajiib pajak dan penghapusan NPWP serta pengukuhan dan pencabutan pengukuhan PKP.
PKP wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang mulaii masa pajak yang diikehendakii untuk mulaii memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM, yang tercantum dalam pemberiitahuan.
Masa Pajak sebagaiimana diimaksud merupakan masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP. Adapun pelaksanaan hak PKP diimulaii pada masa pajak.
Penentuan saat diimulaiinya kewajiiban PKP untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang diilakukan sesuaii dengan contoh yang tercantum dalam Lampiiran yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan darii PMK 163/2023. (riig)
