PMK 164/2023

Ada Opsii Bagii PKP Memiiliih Saat Diimulaiinya Pemungutan PPN, iinii Kata DJP

Diian Kurniiatii
Jumat, 12 Januarii 2024 | 18.30 WiiB
Ada Opsi Bagi PKP Memilih Saat Dimulainya Pemungutan PPN, Ini Kata DJP
<p>iilustrasii.</p>_x000D_

JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 164/2023 memuat beberapa aturan mengenaii kewajiiban memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang terutang oleh pengusaha kena pajak (PKP).

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii mengatakan otoriitas pajak memberiikan ruang bagii wajiib pajak untuk memiiliih saat diimulaiinya kewajiiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN sebagaiimana diiatur dalam PMK 164/2023.

"PMK iinii juga mengatur beberapa skema waktu memulaii kewajiiban sebagaii PKP sehiingga wajiib pajak dapat memiiliih saat diimulaiinya kewajiiban memungut, menyetor, dan melaporkan PPN," katanya, Jumat (12/1/2024).

Pasal 18 ayat (1) PMK 164/2023 menyatakan pengusaha yang telah diikukuhkan sebagaii PKP berdasarkan permohonan wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang.

Pelaksanaan kewajiiban memungut, menyetor, dan melaporkan PPN tersebut dapat diimulaii pada masa pajak pertama tahun buku beriikutnya. Masa pajak yang diimaksud merupakan masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP.

Kemudiian, ada pula ketentuan yang berbeda bagii PKP yang diikukuhkan setelah batas waktu atau diikukuhkan secara jabatan.

Sepertii diiketahuii, apabiila pengusaha tiidak melaksanakan kewajiiban melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP maka kepala KPP atau KP2KP dapat mengukuhkan pengusaha sebagaii PKP secara jabatan.

Merujuk pada Pasal 19 ayat (1) PMK 164/2023, PKP yang diikukuhkan secara jabatan wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang mulaii masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP.

PMK 164/2023 juga mengatur hak dan pemenuhan kewajiiban PKP atas penyerahan barang dan/atau jasa kena pajak yang seharusnya diipungut PPN atau PPN dan PPnBM mulaii masa pajak pertama tahun buku beriikutnya hiingga sebelum pengusaha diikukuhkan sebagaii PKP.

Jiika PKP tiidak memenuhii ketentuan tersebut, diirjen pajak dapat menerbiitkan surat ketetapan pajak dan/atau surat tagiihan pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Sementara iitu, Pasal 20 ayat (1) PMK 164/2023 mengatur PKP yang melaporkan usahanya juga dapat menghendakii pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN atau PPN dan PPnBM sebelum masa pajak pertama tahun buku beriikutnya.

Jiika menghendakii hal tersebut pengusaha dapat: melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP dengan menyampaiikan permohonan pengukuhan PKP; dan menyampaiikan pemberiitahuan mengenaii masa pajak untuk mulaii memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM yang terutang dalam permohonan pengukuhan PKP diimaksud.

Penyampaiian permohonan dan pemberiitahuan tersebut diilakukan sebelum batas waktu sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) PMK 164/2023, yaknii sebelum akhiir tahun buku saat jumlah peredaran bruto dan/atau peneriimaan brutonya melebiihii batasan.

Berdasarkan pada permohonan iitu, kepala KPP atau kepala KP2KP akan mengukuhkan pengusaha sebagaii PKP.

Permohonan pengukuhan PKP dan pengukuhan PKP diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan sebagaiimana diiatur dalam PMK mengenaii tata cara pendaftaran wajiib pajak dan penghapusan NPWP serta pengukuhan dan pencabutan pengukuhan PKP.

Sesuaii dengan Pasal 20 ayat (4) PMK 164/2023, PKP wajiib memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atau PPN dan PPnBM terutang mulaii masa pajak yang diikehendakii yang tercantum dalam pemberiitahuan. Masa pajak yang diimaksud merupakan masa pajak diikukuhkannya sebagaii PKP. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.