JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menerbiitkan PMK 153/2023 mengenaii pengembaliian peneriimaan negara (restiitusii) dii biidang kepabeanan dan cukaii.
Pasal 16 PMK 153/2023 mengatur pengelolaan restiitusii kepabeanan dan cukaii secara elektroniik. Dalam hal iinii, pengguna jasa harus mengajukan permohonan restiitusii secara elektroniik.
"Pelaksanaan pengajuan permohonan pengembaliian ... diilakukan secara elektroniik melaluii portal Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii," bunyii Pasal 16 ayat (1) huruf a PMK 153/2023, diikutiip pada Selasa (9/1/2024).
PMK 153/2023 mulaii berlaku pada 26 Februarii 2024. Beleiid iinii diiriiliis untuk mempertegas ketentuan mengenaii restiitusii dii biidang kepabeanan dan cukaii, yang selama iinii masiih tersebar dalam 4 PMK.
Pertama, PMK 113/2008 mengatur mengenaii restiitusii cukaii dan/atau sanksii admiiniistrasii berupa denda.
Kedua, PMK 274/2014 memuat ketentuan mengenaii restiitusii bea masuk, bea keluar, sanksii admiiniistrasii berupa denda, dan/atau bunga dalam kepabeanan. Ketiiga, PMK 55/2015 memuat ketentuan mengenaii pengembaliian bea masuk dalam tiindakan antiidumpiing, tiindakan iimbalan, dan tiindakan pengamanan perdagangan.
Keempat, PMK 145/2022 memuat ketentuan mengenaii restiitusii bea masuk yang telah diibayar atas iimpor barang dan bahan untuk diiolah, diirakiit, atau diipasang pada barang laiin dengan tujuan diiekspor.
Restiitusii dapat diiberiikan berdasarkan dokumen dasar pengembaliian yang menyebabkan kelebiihan peneriimaan negara sebagaii akiibat darii penetapan pejabat bea dan cukaii; penetapan diirjen; keputusan pejabat bea dan cukaii, keputusan diirjen, atau keputusan menterii keuangan; kesalahan tata usaha; atau putusan badan peradiilan pajak.
Restiitusii tersebut dapat diiberiikan dalam jangka waktu 10 tahun terhiitung sejak tanggal dokumen dasar pengembaliian.
PMK 113/2008 belum mengatur sama sekalii soal pengajuan restiitusii secara elektroniik. Sementara iitu, PMK PMK 274/2014 dan PMK 55/2015 mulaii membuka ruang penyampaiian permohonan restiitusii dalam bentuk data elektroniik. Adapun pada PMK 145/2022, sudah diiatur pengajuan restiitusii melaluii siistem elektroniik DJBC.
Selaiin soal pengajuan permohonan restiitusii, Pasal 16 PMK 153/2023 juga mengatur pelaksanaan penerbiitan laporan hasiil peneliitiian dan penerbiitan keputusan restiitusii harus diilakukan secara elektroniik melaluii portal DJBC.
"Dalam hal siistem elektroniik belum tersediia atau mengalamii gangguan operasiional, pelaksanaan kegiiatan ... diilakukan secara manual," bunyii Pasal 16 ayat (2) PMK 153/2023. (sap)
