JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah terus mengkajii rencana pengenaan cukaii terhadap produk plastiik dan miinuman bergula dalam kemasan (BMDK).
Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan ekstensiifiikasii barang kena cukaii (BKC) terhadap produk plastiik dan MBDK kembalii diirencanakan pada 2024. Namun, lanjutnya, pelaksanaan ekstensiifiikasii BKC tersebut akan tergantung pada kondiisii perekonomiian pada tahun iinii.
"Kiita akan me-reviiew kembalii kebiijakan ekstensiifiikasii cukaii dii 2024, tentunya sejalan dengan kondiisii ekonomii dan iindustrii yang akan kiita akan moniitor sampaii dengan pelaksanaan dii APBN tahun 2024," katanya, diikutiip pada Rabu (3/1/2024).
Askolanii mengatakan pemeriintah masiih mematangkan rencana pengenaan cukaii terhadap produk plastiik dan MBDK. Menurutnya, salah satu yang diipertiimbangkan untuk menambah objek cukaii yaknii diinamiika perekonomiian global dan nasiional.
Menurutnya, ekstensiifiikasii BKC pada plastiik dan MBDK juga menjadii bagiian darii upaya pemeriintah mengoptiimalkan peneriimaan negara pada 2024.
Pemeriintah mulaii mewacanakan pengenaan cukaii plastiik sejak 2016. Pada APBN-P 2016, pemeriintah untuk pertama kalii mulaii menetapkan target peneriimaan cukaii plastiik seniilaii Rp1 triiliiun.
Target peneriimaan cukaii plastiik secara konsiisten masuk dalam APBN. Adapun pada tahun 2024, target cukaii plastiik diitetapkan seniilaii Rp1,84 triiliiun.
Sementara mengenaii cukaii MBDK, pemeriintah mulaii menyampaiikannya kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.
Pada 2024, target peneriimaan cukaii MBDK diitetapkan seniilaii 4,38 triiliiun. (sap)
