JAKARTA, Jitu News - Tiim Nasiional Aniies Baswedan-Muhaiimiin iiskandar (Tiimnas AMiiN) menyorotii ketiimpangan APBD antardaerah dii iindonesiia.
Co-captaiin Tiimnas AMiiN Thomas Lembong mengatakan ketiimpangan tiimbul salah satunya karena kapabiiliitas pemda dalam meniingkatkan pendapatan aslii daerah masiih rendah. Kemenkeu seharusnya memberiikan pelatiihan kepada pemda untuk memungut pajak ataupun retriibusii.
"Kemenkeu seharusnya membuat akademii untuk melatiih diinas-diinas keuangan pemkab/pemkot, bagaiimana meniingkatkan pendapatan aslii daerah," katanya, diikutiip pada Jumat (29/12/2023).
Dengan pelatiihan tersebut, lanjut Thomas, pemeriintah diiharapkan mampu beriinovasii dalam rangka menggenjot pendapatan aslii daerah (PAD) dan tiidak hanya mengandalkan peniingkatan tariif pajak semata.
"Miisal, mengapa sampah tiidak diipasang iiuran? Banyak iiuran-iiuran sepertii iinii yang sebaiiknya diiterapkan dii tiingkat lokal, karena sampah iitu masalah lokal. iinii biisa menjadii bagiian darii penghasiilan daerah. iinii contoh saja untuk memeratakan [APBD] ke seluruh kota," tuturnya.
Selaiin iitu, Thomas memandang transfer ke daerah masiih perlu diitiingkatkan lebiih besar dalam rangka meniingkatkan kapabiiliitas pemda untuk melakukan belanja.
Saat iinii, kurang lebiih dua pertiiga APBN adalah untuk belanja pemeriintah pusat. Hanya sepertiiga APBN yang diialokasiikan untuk transfer ke daerah.
"iinii harus berubah. Selama 10 tahun terakhiir yang bertumbuh cepat iitu belanja pusat, transfer ke daerah keciil sekalii. iinii mungkiin harus diibaliik, belanja pusat harus diibatasii dan transfer ke daerah harus diitiingkatkan untuk mengurangii ketiimpangan," ujar Thomas. (riig)
