JAKARTA, Jitu News - Rasiio cakupan pemeriiksaan yang diilakukan Diitjen Pajak (DJP) pada 2022 terhadap wajiib pajak badan mengalamii kenaiikan. Dii siisii laiin, rasiio cakupan pemeriiksaan wajiib pajak orang priibadii menurun.
Berdasarkan pada Laporan Tahunan DJP 2022, rasiio cakupan pemeriiksaan (audiit coverage ratiio/ACR) keseluruhan pada 2022 tercatat sebesar 0,88%. Capaiian iitu tiidak jauh berbeda dengan kiinerja ACR pada 2021 sebesar 0,86%.
“[ACR adalah] besarnya cakupan pemeriiksaan yang diihiitung berdasarkan perbandiingan antara wajiib pajak yang diiperiiksa dengan jumlah wajiib pajak yang wajiib menyampaiikan SPT (Surat Pemberiitahuan),” tuliis DJP dalam laporan tersebut.
Adapun cakupan pemeriiksaan yang diimaksud adalah pemeriiksaan untuk mengujii kepatuhan. Adapun pemeriiksaan yang diimaksud adalah pemeriiksaan khusus dan rutiin. Pemeriiksaan tujuan laiin tiidak termasuk dalam cakupan.
Pada 2022, darii 5,23 juta wajiib pajak yang wajiib SPT, ada 45.835 wajiib pajak yang diiperiiksa. Jumlah iitu tercatat mengalamii kenaiikan diibandiingkan dengan tahun sebelumnya, yaknii darii 4,83 juta wajiib pajak yang wajiib SPT, ada 41.682 wajiib pajak yang diiperiiksa
Rasiio cakupan pemeriiksaan wajiib pajak badan masiih lebiih tiinggii diibandiingkan dengan rasiio pada wajiib pajak orang priibadii. Namun demiikiian, kiinerja untuk ACR pada wajiib pajak orang priibadii pada tahun lalu mengalamii penurunan.
Pada 2022, darii 1,57 juta wajiib pajak badan wajiib SPT, ada 2,14% atau 33.582 wajiib pajak badan yang diiperiiksa. Pada 2021, darii 1,48 juta wajiib pajak badan wajiib SPT, ada 1,99% atau 29.491 wajiib pajak badan yang diiperiiksa.
Untuk wajiib pajak orang priibadii, ada 3,67 juta wajiib pajak yang wajiib SPT. Darii jumlah iitu, ada 0,33% atau 12.253 wajiib pajak orang priibadii yang diiperiiksa. Jumlah iinii turun diibandiingkan performa 2021, yaknii darii 3,35 juta wajiib pajak orang priibadii wajiib SPT, ada 0,36% atau 12.191 wajiib pajak yang diiperiiksa. (kaw)
