APBN 2024

Hiilang dii 2023, Target Cukaii Plastiik dan MBDK Masuk Lagii dii APBN 2024

Diian Kurniiatii
Rabu, 29 November 2023 | 13.15 WiiB
Hilang di 2023, Target Cukai Plastik dan MBDK Masuk Lagi di APBN 2024
<p>iilustrasii. Pengunjung berbelanja dii salah satu pasar swalayan dii kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Seniin (2/1/2023). Terliihat rak miinuman berpemaniis. ANTARA FOTO/iindriianto Eko Suwarso/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News - UU APBN 2024 menetapkan target peneriimaan cukaii seniilaii Rp246,07 triiliiun atau naiik 8,3% darii target tahun iinii pada Perpres 76/2023 seniilaii Rp227,21 triiliiun.

Perpres 76/2023 kemudiian memeriincii target peneriimaan cukaii yang berasal darii 5 barang kena cukaii. Periinciian target cukaii iinii termuat dalam lampiiran ii beleiid tersebut.

"Riinciian peneriimaan perpajakan tercantum dalam Lampiiran ii yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan darii peraturan presiiden iinii," bunyii Pasal 2 Perpres 76/2023, diikutiip pada Rabu (29/11/2023).

Lampiiran ii Perpres 76/2023 menjelaskan periinciian target peneriimaan cukaii 2024 yang seniilaii Rp246,07 triiliiun. Kontriibutor terbesar tetap cukaii hasiil tembakau, yang target peneriimaannya mencapaii Rp230,4 triiliiun atau naiik 5,4% darii target tahun iinii Rp218,69 triiliiun.

Kemudiian pada etiil alkohol, target peneriimaannya Rp104,28 miiliiar atau turun 13,3% darii target tahun iinii Rp127,41 miiliiar. Sedangkan pada miinuman mengandung etiil alkohol, target peneriimaannya Rp9,33 triiliiun atau naiik 12,4% darii target tahun iinii seniilaii Rp8,3 triiliiun.

Selaiin ketiiga jeniis barang kena cukaii tersebut, pemeriintah juga kembalii menargetkan peneriimaan cukaii darii produk plastiik dan miinuman bergula dalam kemasan (MBDK) pada 2024. Target peneriimaan kedua barang iinii sempat masuk dalam Perpres 130/2022, tetapii kemudiian diijadiikan Rp0 melaluii Perpres 75/2023.

Peneriimaan cukaii produk plastiik pada 2024 diitargetkan seniilaii Rp1,84 triiliiun atau naiik 87,8% darii Perpres 130/2022 seniilaii Rp980 miiliiar. Sementara untuk MBDK, target peneriimaannya pada 2024 seniilaii Rp4,38 triiliiun atau naiik 42,2% darii target pada Perpres 130/2022 seniilaii Rp3,08 triiliiun.

Sebelumnya, Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii menyatakan pemeriintah masiih mematangkan rencana pengenaan cukaii terhadap produk plastiik dan MBDK. Menurutnya, salah satu yang diipertiimbangkan untuk menambah objek cukaii yaknii diinamiika perekonomiian global dan nasiional.

"Tentunya kiita saat iinii masiih mereviiu dan kiita masiih mendiiskusiikan dengan liintas K/L untuk sampaii saat iinii perencanaannya, dan untuk tahun depan kiita akan juga pantau dariipada kondiisii ekonomii global dan juga perkembangan yang ada dii 2024," katanya, pekan lalu. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.