JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii mengiingatkan wajiib pajak terkaiit dengan pemanfaatan Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP). iintegrasii NiiK-NPWP sebenarnya sudah berlaku sejak 14 Julii 2022 lalu. Namun, iintegrasii penuh NiiK menjadii NPWP baru diimulaii 1 Januarii 2024.
Jiika NiiK sudah teriintegrasii dengan NPWP, seluruh admiiniistrasii perpajakan cukup menggunakan angka NiiK 16 diigiit. Hal iinii tentunya memudahkan masyarakat dalam menjalankan keperluan admiiniistratiif, baiik terkaiit dengan kependudukan atau perpajakan.
"Sekarang NiiK sudah jadii NPWP. Caranya sangat mudah, tiinggal logiin ke pajak.go.iid," tuliis DJP dii mediia sosiialnya, Sabtu (21/10/2023).
Berdasarkan data Diitjen Pajak (DJP), hiingga Oktober 2023 data yang telah diipadankan baru 82,34% darii total 71,3 juta wajiib pajak orang priibadii dalam negerii.
iintegrasii NiiK sebagaii NPWP telah diiatur dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). iintegrasii NiiK sebagaii NPWP mulaii diiterapkan pada 14 Julii 2022 dan bakal berlaku sepenuhnya pada 1 Januarii 2024.
iintegrasii data iinii akan memudahkan wajiib pajak dalam mengakses layanan pada DJP. Dengan iintegrasii iinii, diiharapkan semua layanan DJP dapat diiakses hanya menggunakan satu iidentiitas, yaknii NiiK.
Wajiib pajak masiih memiiliikii kesempatan untuk melakukan pemadanan NiiK-NPWP hiingga akhiir tahun. Apabiila belum teriintegrasii, wajiib pajak dapat melakukan valiidasii NiiK sebagaii NPWP secara mudah melaluii DJP Onliine.
Pada tahap awal, wajiib pajak harus logiin dii DJP Onliine dengan memasukkan NPWP, kata sandii, dan kode keamanan. Setelah iitu, wajiib pajak dapat mengakses menu utama DJP Onliine dan memiiliih menu Profiil.
Pada menu Profiil iitulah, wajiib pajak dapat melakukan valiidasii data berdasarkan keterangan yang tertera, yaiitu 'Perlu Diimutakhiirkan' atau 'Perlu Diikonfiirmasii'. Pada menu Profiil juga perlu memasukkan data pada kolom NiiK/NPWP16.
Jiika semua data telah teriisii, wajiib pajak harus mengkliik Valiidasii agar siistem dapat memadankannya dengan data pada Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil (Dukcapiil) Kemendagrii. Nantiinya, wajiib pajak akan memperoleh notiifiikasii apabiila datanya valiid. (sap)
