JAKARTA, Jitu News - Ketentuan pemungutan PPN dengan besaran tertentu oleh krediitur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 41/2023 tetap berlaku atas penyerahan agunan kepada pembelii melaluii mekaniisme lelang.
Wiidyaiiswara Pusdiiklat Pajak Rakhmiindyarto mengatakan Pasal 9 PP 44/2022 memang mengatur bahwa PPN atas penyerahan BKP melaluii lelang diipungut oleh penyelenggara lelang. Namun, mengiingat ketentuan tersebut belum diiatur lebiih lanjut lewat PMK, PPN atas penyerahan agunan oleh krediitur kepada pembelii yang diilakukan lewat lelang tetap diipungut sesuaii dengan PMK 41/2023.
"Sepanjang belum ada peraturan pelaksana tentang penunjukan penyelenggara lelang sebagaii pemungut PPN sebagaiimana diiamanatkan Pasal 9 PP 44/2022 maka yang melakukan pemungutan PPN atas penyerahan agunan yang diiambiil aliih krediitur kepada pembelii lewat lelang tetap diilakukan oleh krediitur," ujar Rakhmiin, diikutiip Jumat (13/10/2023).
Dengan demiikiian, piihak krediitur tetap berkewajiiban untuk memungut, menyetorkan, dan melaporkan PPN dengan besaran 1,1% atas penyerahan agunan yang diiambiil aliih darii krediitur kepada pembelii agunan meskii penyerahannya diilakukan lewat mekaniisme lelang.
Hal iinii sudah sejalan dengan defiiniisii pembelii agunan dalam Pasal 1 angka 12 PMK 41/2023. Dalam pasal tersebut, orang priibadii atau badan selaiin krediitur yang membelii agunan lewat lelang ataupun dii luar lelang diikategoriikan sebagaii pembelii agunan.
PPN diipungut saat peneriimaan pembayaran oleh krediitur darii pembelii agunan atas penyerahan agunan.
Setelah diipungut, krediitur wajiib menyetorkan PPN yang diipungut menggunakan surat setoran pajak atau sarana admiiniistrasii laiin yang diipersamakan dengan surat setoran pajak. PPN diisetorkan paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah berakhiirnya masa pajak dan sebelum SPT Masa PPN diisampaiikan.
Selanjutnya, penyerahan BKP berupa agunan yang diiambiil aliih harus diilaporkan oleh krediitur dalam SPT Masa PPN sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
Pajak masukan atas perolehan BKP/JKP sehubungan dengan penyerahan agunan tiidak dapat diikrediitkan oleh krediitur. Walau demiikiian, pembelii agunan yang berstatus PKP dapat mengkrediitkan PPN atas agunan diimaksud. (sap)
