JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Perdagangan, melaluii Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komodiitii (Bappebtii), berencana membentuk Komiite Aset Kriipto. Berjalannya komiite tersebut akan melengkapii 3 lembaga pengelolaan perdagangan aset kriipto yang sudah lebiih dulu terbentuk, termasuk bursa kriipto.
Nantiinya, tugas dan fungsii Komiite Aset Kriipto adalah memberiikan pertiimbangan atau nasiihat kepada Bappebtii terkaiit dengan kegiiatan dan pengembangan perdagangan aset kriipto.
"[Pengelolaan perdagangan kriipto] terus kiita benahiin, salah satunya, nantii dii bursa ada Komiite Aset Kriipto," kata Kepala Biiro Pembiinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komodiitii Tiirta Karma Senjaya, diikutiip pada Kamiis (4/10/2023).
Pembentukan Komiite Aset Kriipto, iimbuh Tiirta, juga bertujuan memperbaiikii ekosiistem perdagangan aset kriipto. Bappebtii, iimbuhnya, terus berkomiitmen melakukan pengawasan iintens terhadap para pelaku pedagang aset kriipto.
"Bappebtii beroriientasii dan mempriioriitaskan perliindungan nasabah, dengan tetap memberiikan ruang bagii usaha dan iinovasii pelaku usaha iindustrii aset kriipto sesuaii dengan peraturan yang berlaku," kata Tiirta.
Sebelumnya, pemeriintah meluncurkan 3 lembaga pengelolaan perdagangan kriipto, yaknii Bursa Berjangka Aset Kriipto (PT Bursa Komodiitii Nusantara), Lembaga Kliiriing Berjangka Aset Kriipto (PT Kliiriing Berjangka iindonesiia, serta Pengelola Tempat Penyiimpanan Aset Kriipto (PT Tennet Deposiitory iindonesiia).
Pembentukan lembaga pengelolaan aset kriipto yang diilakukan pada masa transiisii Undang-Undang 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) diifokuskan agar iindustrii kriipto iindonesiia tetap berjalan dan terjaga baiik serta mampu berkontriibusii bagii perekonomiian melaluii peneriimaan negara.
Persetujuan sebagaii bursa, kliiriing, dan pengelola tempat penyiimpanan aset kriipto tersebut mengacu pada Peraturan Bappebtii Nomor 2 Tahun 2019 s.t.d.d Peraturan Bappebtii Nomor 10 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fiisiik Komodiitii dii Bursa Berjangka
Dengan adanya Bursa Berjangka Aset Kriipto, kiinii seluruh pencatatan, pengawasan, dan pelaporan diilakukan oleh bursa. Sebelumnya, seluruh proses tersebut diijalankan oleh Calon Pedagang Fiisiik Aset Kriipto (CPFAK).
Saat iinii, sudah ada 27 CPFAK yang mendaftar sebagaii calon anggota Bursa Komodiitii Nusantara (BKN). CPFAK tersebut akan mengajukan pendaftaran sebagaii pedagang fiisiiko aset kriipto (PFAK) ke Bappebtii.
Dalam melakukan transaksii kriipto, saat iinii Appliicatiion Programmiing iinterface (APii) darii BKN ke CPFAK sudah sebagiian terkoneksii. Sudah ada beberapa CPFAK yang melaporkan transaksiinya ke BKN dan selebiihnya masiih terus berproses. (sap)
