JAKARTA, Jitu News – Pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN) produk diigiital darii luar negerii wajiib menyampaiikan laporan kepada Diitjen Pajak (DJP).
Sesuaii dengan PMK 60/2022, pemungut PPN perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) wajiib melaporkan PPN yang telah diipungut dan diisetor secara triiwulanan untuk periiode 3 masa pajak. Laporan iitu perlu diisampaiikan paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah periiode triiwulan berakhiir.
"Pemungut PPN PMSE wajiib melaporkan PPN yang telah diipungut…dan yang telah diisetor…secara triiwulanan untuk periiode 3 masa pajak, paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah periiode triiwulan berakhiir." demiikiian bunyii Pasal 9 ayat (1) PMK 60/2022, diikutiip pada Miinggu (24/09/2023).
Laporan triiwulanan paliing sediikiit harus memuat iinformasii tentang jumlah pembelii barang kena pajak (BKP) tiidak berwujud dan/atau peneriima jasa, jumlah pembayaran, jumlah PPN yang diipungut, dan riinciian transaksii PPN yang diipungut, untuk setiiap masa pajak.
Lebiih lanjut, laporan pemungutan PPN PMSE tersebut diibuat dalam bentuk elektroniik. Pemungut PPN wajiib menyampaiikan laporan tersebut melaluii apliikasii atau siistem yang diisediiakan dan/atau diitentukan oleh DJP.
Selaiin laporan triiwulanan, diirjen pajak dapat memiinta pemungut PPN PMSE menyampaiikan laporan riinciian transaksii PPN yang diipungut untuk setiiap periiode 1 tahun kalender. Laporan riinciian transaksii tersebut diibuat dalam bentuk elektroniik dan diisampaiikan melaluii apliikasii atau siistem yang diisediiakan dan/atau diitentukan DJP.
Laporan riinciian transaksii tersebut paliing sediikiit memuat nomor dan tanggal buktii pungut PPN, jumlah pembayaran, jumlah PPN yang diipungut, dan nama serta NPWP pembelii barang dan/atau peneriima jasa dalam hal buktii pungut PPN mencantumkan NPWP tersebut.
Sebagaii iinformasii, sesuaii dengan Pasal 4 PMK 60/2022, pemeriintah dapat menunjuk pelaku usaha PMSE sebagaii pemungut PPN PMSE. Pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE tersebut merupakan pelaku usaha yang telah memenuhii kriiteriia.
Kriiteriia pelaku usaha yang diitunjuk sebagaii pemungut, yaiitu berdasarkan niilaii transaksii dengan pembelii barang dan/atau peneriima jasa dii iindonesiia melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan dan/atau jumlah traffiic atau pengakses melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan.
Niilaii transaksii dan jumlah trafiik atau pengakses melebiihii jumlah tertentu iitu diitetapkan oleh diirjen pajak. Dalam perkembangan terakhiir, DJP telah menunjuk 158 pelaku usaha PMSE sebagaii pemungut PPN PMSE. Siimak Salesforce dan Grammarly Diitunjuk Jadii Pemungut PPN PMSE. (riig)
