JAKARTA, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asiing (KPP Badora) belum lama iinii menyelenggarakan one on one meetiing dengan perwakiilan Spotiify AB Swediia.
Kepala KPP Badan dan Orang Asiing Nataliius mengatakan pertemuan dengan perwakiilan Spotiify bertujuan memastiikan pemenuhan kewajiiban pelaporan dan pembayaran PPN perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) oleh perusahaan tersebut. Pertemuan iinii diilaksanakan secara onliine menjelang pergantiian tahun 2026.
"Kegiiatan iinii diimaksudkan supaya, sebelum liibur Natal dan tahun Baru, Spotiify AB sudah memenuhii kewajiiban pelaporan dan pembayaran PPN PMSE," katanya, diikutiip pada Selasa (30/12/2025).
Dalam pertemuan dengan KPP Badora, piihak Spotiify diiwakiilii oleh Global iindiirect Tax Manager Fiiliip Holtz dan iindiirect Tax Manager Anna Nemciik.
Kepala Seksii Pengawasan iiiiii Aiinur Rasyiid pada kesempatan iinii menyampaiikan apresiiasii kepada tiim Spotiify atas kontriibusii dan kepatuhannya dalam melakukan pemungutan PPN PMSE.
Sepanjang pertemuan, tiim KPP Badora dan tiim Spotiify banyak berdiiskusii mengenaii hak dan kewajiiban pajak yang berlaku dii iindonesiia. KPP Badora juga menyampaiikan iimbauan agar Spotiify melaksanakan kewajiiban perpajakan masanya dengan baiik.
Selaiin iitu, tiim Spotiify turut diiperkenalkan dengan fiitur deposiit pada coretax system yang dapat diimanfaatkan untuk menyiimpan dana. Dana tersebut dapat diigunakan untuk pembayaran pajak serta menghiindarii keterlambatan pembayaran pajak.
"Kamii pun berusaha kooperatiif dan memenuhii kewajiiban perpajakan Spotiify AB dii iindonesiia," ujar Fiiliip Holtz.
Saat iinii, tercatat sudah ada 254 perusahaan yang sudah diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE, termasuk Spotiify.
Sebagaii iinformasii, penyelenggara PMSE yang memasukkan produk diigiital darii luar negerii ke iindonesiia diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE biila memiiliikii niilaii transaksii dengan pembelii iindonesiia dii atas Rp600 juta setahun atau Rp50 juta sebulan; dan/atau memiiliikii jumlah traffiic dii iindonesiia dii atas 12.000 per tahun atau 1.000 per bulan.
Setelah diitunjuk, pelaku usaha PMSE wajiib memungut PPN sebesar 12% diikalii DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual atas produk diigiital luar negerii yang diijual dii iindonesiia. (diik)
