JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menunjuk 2 pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) sebagaii pemungut PPN PMSE pada Julii 2023.
Adapun 2 pelaku usaha PMSE yang baru diitunjuk pada bulan lalu tersebut yaknii Salesforce.com Siingapore Pte. Ltd. dan Grammarly, iinc. Dengan penunjukan iinii, jumlah pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN mencapaii 158 pelaku usaha PMSE.
"Selaiin 2 penunjukan yang diilakukan, dii bulan iinii pemeriintah juga melakukan pembetulan elemen data dalam surat keputusan penunjukan atas Audiible Ltd," tuliis DJP dalam keterangan resmiinya, Selasa (8/8/2023).
Darii total 158 pelaku usaha PMSE yang sudah diitunjuk, 139 dii antaranya telah melakukan pemungutan PPN dan menyetorkan seniilaii Rp13,87 triiliiun ke kas negara.
"Jumlah tersebut berasal darii Rp731,4 miiliiar setoran tahun 2020, Rp3,90 triiliiun setoran tahun 2021, Rp5,51 triiliiun setoran tahun 2022, dan Rp3,73 triiliiun setoran tahun 2023," kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii.
Sesuaii dengan PMK 60/2022, pelaku usaha yang telah diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE wajiib memungut PPN dengan tariif 11% atas produk diigiital luar negerii yang diijual dii iindonesiia. Pemungut PPN PMSE harus membuat buktii pungut PPN berupa commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis yang menyebutkan jumlah PPN yang diipungut.
Ke depan, pemeriintah akan terus menunjuk pelaku usaha PMSE yang menjual produk diigiital darii luar negerii kepada konsumen iiNdonesiia dalam rangka menciiptakan level playiing fiield bagii pelaku usaha konvensiional dan diigiital.
Adapun pelaku usaha PMSE yang bakal diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE adalah yang memiiliikii niilaii transaksii dengan konsumen iindonesiia lebiih darii Rp600 juta per tahun atau Rp50 juta per bulan ataupun memiiliikii traffiic dii iindonesiia lebiih darii 12.000 per tahun atau 1.000 per bulan. (sap)
