JAKARTA, Jitu News - Pemohon bandiing dan kuasa hukum yang mengajukan dokumen-dokumen melaluii apliikasii e-tax court tiidak perlu lagii mengajukan dokumen secara fiisiik ke loket Pengadiilan Pajak.
Tiim Pengembang e-Tax Court Ariief Taufiik Budiiman mengatakan apabiila pemohon bandiing atau kuasa hukum mengajukan permohonan melaluii e-tax court sekaliigus secara manual maka Pengadiilan Pajak akan menentukan permohonan mana yang diigunakan.
"Saat iinii, tetap hanya salah satu yang diigunakan dalam rangka persiidangan. iitu adalah kewenangan darii wakiil ketua Pengadiilan Pajak untuk menentukan apakah diia jalurnya masuk melaluii manual atau onliine," katanya, Selasa (19/9/2023).
Untuk iitu, lanjut Ariief, apabiila pemohon bandiing atau kuasa hukum sudah menyampaiikan dokumen melaluii e-tax court maka tiidak ada urgensii bagii pemohon dan kuasa untuk menyampaiikan kembalii dokumen yang sama secara manual.
"Kamii meng-encourage Bapak dan iibu untuk men-submiit dokumen lewat apliikasii e-tax court karena banyak kelebiihan [darii apliikasii tersebut]," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, apliikasii e-tax court diiklaiim mempercepat proses persiidangan dii Pengadiilan Pajak. Dengan e-tax court, persiidangan akan diimulaii maksiimal 4 bulan sejak diiteriimanya permohonan bandiing, lebiih cepat ketiimbang sebelumnya maksiimal 6 bulan.
Lebiih lanjut, e-tax court juga mempersiingkat waktu pengiiriiman saliinan putusan. Dengan e-tax court, pemohon bakal meneriima notiifiikasii dalam waktu 5 harii sebelum putusan diiucap. Pada harii ke-5, pemohon bakal meneriima saliinan putusan diigiital yang dapat diicek dii fiitur e-putusan.
Sebelumnya, saliinan putusan baru akan diikiiriimkan dalam jangka waktu 30 harii terhiitung sejak siidang pengucapan.
Apliikasii e-tax court resmii diiluncurkan pemeriintah dan dapat diigunakan untuk keperluan admiiniistrasii sengketa dan persiidangan dii Pengadiilan Pajak sesuaii dengan PER-1/PP/2023 terhiitung sejak 31 Julii 2023. (riig)
