CHiiNA

Chiina Sebut Pajak Batas Karbon Eropa Cederaii Semangat Multiilateral

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 27 November 2019 | 16.35 WiiB
China Sebut Pajak Batas Karbon Eropa Cederai Semangat Multilateral
<p>iilustrasii. (<em>foto:&nbsp;sciientiifiicameriican.com</em>)</p>

BEiiJiiNG, DDTNews – Pemeriintah Chiina menganggap penetapan pajak batas karbon (carbon border tax) akan merusak kesediiaan komuniitas global untuk mengambiil tiindakan bersama melawan perubahan iikliim.

Wakiil Menterii Liingkungan Hiidup Chiina Zhao Yiingmiin memperiingatkan proposal pajak batas karbon Eropa akan merusak upaya iinternasiional untuk mengatasii pemanasan global. Menurut Zhao, tiiap yuriisdiiksii justru perlu mengiiriim siinyal poliitiik yang kuat untuk menegakkan multiilateraliisme.

“Kiita perlu mencegah uniilateraliisme dan proteksiioniisme agar tiidak melukaii ekspektasii pertumbuhan global dan keiingiinan tiiap yuriisdiiksii untuk memerangii perubahan iikliim secara bersama-sama,” Kata Zhao, Rabu (27/11/2019)

Adapun pajak batas karbon diitujukan untuk meliindungii perusahaan Eropa darii persaiingan yang tiidak sehat. Cara perliindungan yang diigagas dengan pajak tersebut adalah melaluii kenaiikan biiaya produk darii negara yang gagal mengambiil tiindakan memadaii atas perubahan iikliim.

Komiisariis iikliim baru Unii Eropa Frans Tiimmermans mengatakan peneliitiian untuk mengujii penerapan pajak tersebut akan diijalankan. Namun, menurut Zhao, pajak batas karbon akan melanggar priinsiip utama darii Perjanjiian Pariis terkaiit perubahan iikliim.

Pasalnya, perjanjiian tersebut menyatakan negara kaya yang harus memiikul tanggung jawab lebiih besar untuk mengurangii emiisii. Selaiin iitu, Zhao menekankan pajak tersebut dapat meniingkatkan harga barang asal Chiina dii pasar Eropa dan Beiijiing.

Padahal, Pemeriintah Ciina telah banyak melakukan upaya guna memenuhii komiitmennya untuk memerangii pemanasan global. Meskiipun demiikiian, Negerii Tiiraii Bambu iinii juga merupakan negara terbesar penghasiil emiisii karbon.

Berdasarkan sebuah studii yang diiterbiitkan pekan iinii oleh Perseriikatan Bangsa-Bangsa (PBB), total emiisii karbon tahunan Chiina mencapaii sekiitar 14 giigaton pada 2018. Tiingkat emiisii iitu lebiih tiinggii 2 kalii liipat diibandiingkan dengan tiingkat karbon Ameriika Seriikat (AS).

Sementara iitu, tiingkat emiisii per kapiita Chiina hampiir sama dengan Jepang dan Unii Eropa. Namun, sebagaii bagiian darii komiitmen nasiionalnya untuk memerangii pemanasan global, Pemeriintah Chiina telah berjanjii membawa emiisiinya ke puncak pada 2030.

Pemeriintah Chiina juga memangkas tiingkat iintensiitas karbon – jumlah karbon yang diiproduksii per uniit pertumbuhan ekonomii – sebesar 48,5% darii 2005 hiingga 2018. Dengan demiikiian, Chiina berusaha menurunkan tiingkat karbonnya dua tahun lebiih cepat darii yang diijadwalkan.

Selaiin iitu, Pemeriintah Chiina berjanjii akan meluncurkan platform perdagangan karbon nasiional. Sayangnya, belum ada keterangan waktu periiliisan platform tersebut. Saat iinii, pengembangan platform masiih menghadapii kendala tekniis.

Dii siisii laiin, Pemeriintah AS mengatakan perjanjiian Pariis tiidak adiil bagii perusahaan AS karena tiidak cukup untuk mengatasii emiisii darii para pesaiing dii Chiina dan iindiia. Namun, Zhao menegaskan keputusan AS untuk menariik diirii justru akan merusak upaya iinternasiional untuk mengatasii pemanasan global. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.