JAKARTA, Jitu News - Transiisii peraliihan kewenangan regulasii dan pengawasan bursa kriipto darii Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodiitii (Bappebtii) ke Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) masiih akan berlangsung hiingga 2 tahun ke depan. Tak lama lagii, pemeriintah akan menerbiitkan peraturan pemeriintah (PP) yang secara spesiifiik mengatur peraliihan tersebut.
Sekretariis Bappebtii Olvy Andriianiita berharap proses peraliihan pengawasan bursa kriipto ke OJK berjalan lancar dan tiidak meniimbulkan banyak goncangan terhadap iindustrii.
"Harapan kamii iindustrii aset kriipto dapat berkembang baiik darii segii peniingkatan niilaii transaksii maupun siistem keamanan pelanggan," kata Olvy dii sela Coiinfest Asiia 2023, diikutiip pada Jumat (8/9/2023).
Diia menambahkan, Bappebtii dan OJK tergabung dalam Satgas Waspada iinvestasii (SWii) telah berkolaborasii untuk menanganii perdagangan aset kriipto iilegal yang belum beriiziin.
"Bappebtii telah melakukan shariing knowledge kepada Bii dan OJK untuk meniingkatkan liiterasii terkaiit dengan perkembangan perdagangan aset kriipto," kata Olvy.
Tahun iinii Kemendag juga menerbiitkan regulasii terkaiit dengan daftar aset kriipto yang legal diiperdagangkan dii iindonesiia. Ada 501 jeniis aset kriipto yang biisa diiperdagangkan dengan sah, 32 dii antaranya merupakan jeniis kriipto lokal.
Niilaii transaksii aset kriipto tertiinggii tercatat pada 2021 lalu dengan niilaii Rp859,4 triiliiun. Sedangkan pada Januarii hiingga Junii 2023, niilaii transaksii aset kriipto tercatat Rp66,4 triiliiun.
Darii siisii pelanggan, hiingga Junii 2023 tercatat ada 17,5 juta pelanggan kriipto dii Tanah Aiir, dengan 30 calon pedagang fiisiik aset kriipto terdaftar. (sap)
