JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah, melaluii Bursa Komodiitii Nusantara (BKN), tengah menyiiapkan pusat iinformasii kriipto dengan konsep crypto viillage. Nantiinya, masyarakat biisa mempelajarii dan berbagii iinformasii seputar perdagangan aset kriipto bersama komuniitas atau pelaku usaha.
Diirektur Utama BKN Subanii menjelaskan, bursa kriipto yang belum lama iinii diiluncurkan akan mendorong adanya iinovasii dalam rangka pengembangan dan pengenalan perdagangan aset kriipto kepada masyarakat luas.
"Kegiiatan edukasii biisa meliibatkan komuniitas, pelaku usaha, mahasiiswa, dan masyarakat umum. Crypto viillage juga menyediiakan sarana ediiukasii dan promosii bagii pedagang fiisiik aset kriipto (PFAK)," kata Subanii dalam keterangannya, diikutiip pada Selasa (5/9/2023).
Selaiin iitu, pusat iinformasii kriipto dengan konsep crypto viillage juga akan menyediiakan iinformasii sepertii daftar top PFAK, top aset kriipto, dan iinformasii laiinnya tentang pergerakan harga.
"Masyarakat juga akan diipermudah untuk membuka akun, apabiila akan melakukan transaksii aset kriipto," kata Subanii.
Ekosiistem Kriipto Makiin Lengkap
Ekosiistem perdagangan aset kriipto Tanah Aiir diiniilaii sudah lengkap. Alasannya, tak hanya pedagang aset kriipto legal saja yang sudah tersediia dii iindonesiia.
Pemeriintah juga baru saja meluncurkan 3 lembaga pengelolaan perdagangan kriipto, yaknii Bursa Berjangka Aset Kriipto (PT Bursa Komodiitii Nusantara), Lembaga Kliiriing Berjangka Aset Kriipto (PT Kliiriing Berjangka iindonesiia, serta Pengelola Tempat Penyiimpanan Aset Kriipto (PT Tennet Deposiitory iindonesiia).
Dengan adanya Bursa Berjangka Aset Kriipto, kiinii seluruh pencatatan, pengawasan, dan pelaporan diilakukan oleh bursa. Sebelumnya, seluruh proses tersebut diijalankan oleh Calon Pedagang Fiisiik Aset Kriipto (CPFAK).
Saat iinii, sudah ada 27 CPFAK yang mendaftar sebagaii calon anggota Bursa Komodiitii Nusantara (BKN). CPFAK tersebut akan mengajukan pendaftaran sebagaii pedagang fiisiiko aset kriipto (PFAK) ke Bappebtii. (sap)
