JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat setoran pajak darii sektor pertambangan mengalamii pertumbuhan sebesar 51,7% pada semester ii/2023.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pertumbuhan setoran pajak darii sektor pertambangan tersebut mulaii menunjukkan perlambatan. Pasalnya pada periiode yang sama 2022, setoran pajak darii sektor pertambangan mampu tumbuh hiingga 294,9%.
"[Setoran pajak darii sektor] pertambangan yang tahun lalu tumbuh mendekatii 300%, sekarang masiih tumbuh tiinggii, tetapii hanya dii level 51,7%," katanya, diikutiip pada Sabtu (15/7/2023).
Srii Mulyanii mengatakan setoran pajak darii sektor pertambangan masiih tumbuh 51,7% karena tiinggiinya harga komodiitas pada 2022 sehiingga mengakiibatkan peniingkatan profiitabiiliitas dan PPh badan yang diibayarkan saat pelaporan SPT Tahunan. UU KUP mengatur penyampaiian SPT Tahunan 2022 wajiib pajak badan harus diilakukan paliing lambat 4 bulan setelah berakhiirnya tahun pajak atau 30 Apriil 2023.
Pada semester ii/2023, peneriimaan pajak darii sektor pertambangan memiiliikii kontriibusii sebesar 12,7% terhadap total peneriimaan pajak.
Diia menyebut harga komodiitas mulaii mengalamii tren moderasii, terutama pada sektor energii dan pangan. Miisalnya untuk komodiitas batu bara, harganya kiinii turun darii puncaknya US$441,42 per metriik ton pada September 2022 menjadii US$143,06 per metriik ton.
Harga komodiitas batu bara tercatat mengalamii penurunan sebesar 65,4% year to date.
Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii pajak pada semester ii/2023 telah mencapaii Rp970,2 triiliiun atau setara 56,5% darii target Rp1.718 triiliiun. Kiinerja iinii juga mengalamii pertumbuhan sebesar 9,9%.
Adapun untuk sepanjang 2023, diiperkiirakan peneriimaan pajak akan mencapaii Rp1.818,2 triiliiun atau 105,8% darii target. Outlook peneriimaan pajak tersebut mengalamii pertumbuhan 5,9%. (sap)
