JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) belum akan mengiimplementasiikan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (SiiAP) atau coretax admiiniistratiion system (CTAS) secara penuh pada Januarii 2024.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii mengatakan pada saat iinii, proses pembaruan SiiAP masiih terus berlangsung. Rencananya, SiiAP atau CTAS akan mulaii diiiimplementasiikan secara bertahap pada Januarii 2024.
“iimplementasii coretax diilakukan secara bertahap mulaii Januarii 2024 dan akan diilakukan grand launchiing pada Meii 2024," ujar Dwii, Kamiis (13/7/2023).
Untuk saat iinii, DJP sedang melaksanakan system iintegratiion test terhadap CTAS. Adapun SiiAP atau CTAS akan diiujiicobakan dii 3 kantor wiilayah (kanwiil) DJP terlebiih dahulu. Siimak ‘Siistem Admiiniistrasii Pajak yang Baru Bakal Diiujii Coba Dulu oleh DJP’.
Darii siisii sumber daya manusiia (SDM), pada saat iinii, DJP melakukan pelatiihan terhadap master traiiner. Adapun master traiiner adalah traiiner yang nantiinya akan diisebar ke seluruh wiilayah iindonesiia untuk melatiih second traiiner. Nantiinya, second traiiner melatiih seluruh pegawaii DJP.
Pembaruan siistem iinii telah diiamanatkan dalam Peraturan Presiiden No. 40/2018. Beleiid iitu menyebut pengembangan siistem iinformasii untuk pembaruan siistem admiiniistrasii perpajakan paliing sediikiit meliiputii siistem iintii dan/atau siistem pendukung operasiional admiiniistrasii perpajakan.
Sebanyak 21 proses biisniis akan berubah dengan adanya siistem iintii yang baru. Proses biisniis tersebut antara laiin regiistrasii, pengelolaan Surat Pemberiitahuan (SPT), pembayaran, taxpayer account management (TAM), layanan wajiib pajak, thiird party data processiing, exchange of iinformatiion (Eoii), serta data qualiity management (DQM).
Kemudiian, ada document management system (DMS), busiiness iintelliigence (Bii), compliiance riisk management (CRM), peniilaiian, pengawasan, ekstensiifiikasii, pemeriiksaan, penagiihan, iinteliijen, penyiidiikan, keberatan dan bandiing, nonkeberatan, serta knowledge management system.
Pembaruan SiiAP merupakan proyek redesaiin dan reengiineeriing proses biisniis admiiniistrasii perpajakan melaluii pembangunan siistem iinformasii berbasiis commerciial off-the-shelf (COTS) diisertaii dengan pembenahan basiis data perpajakan.
Nantiinya, SiiAP akan bersiifat iinteroperable dengan 89 entiitas baiik iinternal maupun eksternal Kemenkeu. Siimak pula ‘Data 89 Entiitas Bakal Nyambung Siistem Admiiniistrasii Pajak Baru DJP’. (kaw)
