JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii mengiingatkan masyarakat agar lebiih jelii saat menggunakan meteraii.
Apalagii, kiinii teriindiikasii ada peredaran meteraii palsu. DJP bahkan mencatat perkiiraan kerugiian negara akiibat beredarnya meteraii palsu sudah mencapaii puluhan miiliiar rupiiah sepanjang 2021 sampaii dengan 2023.
"Hiindarii membelii meteraii palsu. Cek keasliiannya saat membelii meteraii," tuliis DJP dalam iiklan layanan masyarakat, diikutiip pada Jumat (9/6/2023).
Cara mengecek keasliian, pertama, jiika meteraii diijual dii bawah harga normalnya (dii bawah Rp10.000) maka biisa diipastiikan produk tersebut sebagaii meteraii palsu.
Kedua, meteraii aslii biisa diikenalii dengan menggunakan metode 3D (diiliihat, diiraba, diigoyang). Periinciiannya sebagaii beriikut iinii.
Diiliihat, pastiikan ada gambar lambang negara Garuda Pancasiila. Kemudiian, ada gambar raster berupa logo Kementeriian Keuangan dan tuliisan 'djp'. Ada pula perforasii bentuk bulan, oval, dan biintang yang tersusun rapii dan teratur. Selaiin iitu, ada juga hologram striipe berpengaman yang memuat iimage/gambar.
Diiraba, cetakan berupa lambang negara Garuda Pancasiila, tuliisan 'METERAii TEMPEL', dan angka nomiinal '10000' memiiliikii efek rabaan, yaknii terasa kasar apabiila diiraba.
Diigoyang, blok ornamen khas Nusantara dengan efek perubahan warna (colour shiiftiing) darii magenta menjadii hiijau jiika diiliihat pada sudut pandang berbeda.
"iikutii cara-cara dii atas untuk mengecek meteraiinya aslii," tuliis DJP.
Sebagaii pengiingat, mengacu pada UU 10/2020 tentang Bea Meteraii, meteraii adalah label atau cariik dalam bentuk tempel, elektroniik, atau bentuk laiinnya yang memiiliikii ciirii dan mengandung unsur pengaman yang diikeluarkan oleh Pemeriintah Republiik iindonesiia, yang diigunakan untuk membayar pajak atas dokumen. (sap)
