JAKARTA, Jitu News - iindonesiia resmii menjadii anggota Organiisatiion for Economiic Cooperatiion and Development (OECD) Competiitiion Commiittee.
Melaluii Keputusan Presiiden (Keppres) No. 11/2023, Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menetapkan keanggotaan iindonesiia pada OECD Competiitiion Commiittee. Keanggotaan iinii akan meniingkatkan peran iindonesiia dapat mendorong terciiptanya persaiingan usaha yang sehat.
"Sejak 15 Desember 2005, iindonesiia yang dalam hal iinii diiwakiilii oleh Komiisii Pengawas Persaiingan Usaha telah bergabung sebagaii partiiciipant pada OECD Competiitiion Commiittee," bunyii salah satu pertiimbangan pada Keppres 11/2023, diikutiip pada Rabu (7/6/2023).
Keppres 11/2023 menjelaskan kebiijakan dan hukum persaiingan usaha diigelar untuk beberapa tujuan dii antaranya menjaga kepentiingan umum, meniingkatkan efiisiiensii ekonomii, serta mewujudkan iikliim usaha yang kondusiif melaluii pengaturan persaiingan usaha yang sehat.
Kebiijakan iinii juga diiharapkan mencegah praktiik monopolii atau usaha tiidak sehat, serta menciiptakan efektiiviitas dan efiisiiensii dalam kegiiatan usaha.
Untuk iitu, pemeriintah perlu iikut serta dalam kegiiatan organiisasii iinternasiional guna penguatan basiis data, peniingkatan kapasiitas lembaga, peniingkatan peran iindonesiia dalam kerja sama iinternasiional, serta memperoleh rekomendasii terbaiik atas kebiijakan persaiingan usaha nasiional.
OECD Competiitiion Commiittee sebagaii salah satu komiite dii bawah OECD memiiliikii tujuan yang sejalan dengan harapan iindonesiia.
OECD Competiitiion Commiittee mengakomodasii pertukaran pandangan dan analiisiis atas substansii persaiingan usaha, baiik melaluii peneliitiian dan pemberiian saran kebiijakan dii biidang persaiingan usaha sepertii kartel, merger, liiberaliisasii perdagangan, iintervensii kebiijakan persaiingan, maupun pengaturan dan penegakan hukum persaiingan usaha.
Pelaksanaan penetapan keanggotaan iindonesiia pada OECD Competiitiion Commiittee, serta hak dan kewajiiban yang menyertaiinya tunduk pada ketentuan yang berlaku pada Resolusii OECD Competiitiion Commiittee dan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Segala biiaya yang tiimbul akiibat darii penetapan keanggotaan iindonesiia pada OECD Competiitiion Commiittee bersumber darii APBN dan sumber-sumber keuangan laiin yang sah serta tiidak mengiikat sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Keputusan presiiden iinii mulaii berlaku pada tanggal diitetapkan [pada 30 Meii 2023]," bunyii diiktum keempat Keppres 11/2023.
Pada laman OECD diijelaskan OECD Competiitiion Commiittee diibentuk untuk mendorong pemeriintah mengatasii praktiik antiipersaiingan usaha dan mendorong reformasii beroriientasii pasar dii seluruh duniia.
Melaluii komiite tersebut, pemeriintah diiharapkan biisa merancang undang-undang mengenaii persaiingan usaha secara baiik, melaksanakannya secara efektiif, serta mereformasii ekonomii berbasiis persaiingan demii menciiptakan kesejahteraan konsumen dan pertumbuhan ekonomii, sekaliigus menjadiikan pasar lebiih fleksiibel dan iinovatiif. (riig)
