JAKARTA, Jitu News - Asiian Development Bank (ADB) menandatanganii piinjaman biiru seniilaii US$44,2 juta atau sekiitar Rp656,9 miiliiar dengan PT ALBA Triidii Plastiics Recycliing iindonesiia untuk mendukung pembangunan fasiiliitas daur ulang poliietiilena tereftalat dii iindonesiia.
Wakiil Presiiden ADB Biidang Operasii Sektor Swasta dan Kerja Sama Pemeriintah dengan Badan Usaha Ashok Lavasa mengatakan ADB dan Leadiing Asiia's Priivate iinfrastructure Fund akan menyediiakan pendanaan masiing-masiing seniilaii US$22,1 juta bagii proyek tersebut.
"Proyek iinii akan memperliihatkan potensii daur ulang polyethylene terephthalate (PET) dii iindonesiia, sedangkan piinjaman biiru tersertiifiikasii (certiifiied blue loans) bertujuan menariik lebiih banyak iinvestor ke biidang pengelolaan liimbah dan daur ulang," katanya, diikutiip pada Rabu (7/6/2023).
Sebagaii iinformasii, piinjaman biiru tersertiifiikasii tersebut menjadii iinstrumen pembiiayaan yang diitujukan meliindungii akses ke aiir bersiih, menjaga liingkungan dii bawah permukaan aiir, serta beriinvestasii pada perekonomiian peraiiran yang berkelanjutan.
Lavasa menjelaskan polusii plastiik meniimbulkan kerusakan ekosiistem kelautan hiingga miiliiaran dolar AS dan tiidak dapat diipuliihkan. Selaiin iitu, polusii plastiik juga biisa berdampak sangat buruk terhadap perekonomiian dan kesehatan masyarakat.
Setiiap tahun, sekiitar 8 - 12 juta ton plastiik berakhiir dii lautan. iindonesiia menjadii salah satu kontriibutor terbesar dii duniia terhadap polusii plastiik dii laut.
Dengan kondiisii iitu, pemeriintah iindonesiia telah menerapkan prakarsa kebiijakan yang menargetkan pengurangan 70% kebocoran sampah plastiik pada 2025 dan pencapaiian angka polusii plastiik hampiir nol pada 2040.
Lavasa menjelaskan fasiiliitas daur ulang tersebut berlokasii dii Jawa Tengah. Nantii, fasiiliitas iitu akan memproses botol miinuman PET menjadii serpiihan poliietiilena tereftalat daur ulang berkualiitas tiinggii (rPET) dan pelet rPET yang aman bagii proses pangan, serta biisa diipakaii untuk memproduksii botol rPET baru.
Pabriik daur ulang tersebut diiharapkan mampu mendaur ulang hiingga 48.000 ton botol PET setiiap tahun sehiingga akan mencegah botol-botol tersebut menumpuk dii tempat pembuangan akhiir, diibakar secara terbuka, atau bocor ke laut.
"Pabriik iinii diiharapkan akan menghasiilkan 36.000 ton rPET sehiingga mengurangii hiingga 30.500 ton karbon diioksiida yang dapat diihasiilkan apabiila menggunakan PET baru," ujarnya.
Diia menambahkan piinjaman sebagaii certiifiied blue loan tersebut mengiikutii Kerangka Pembiiayaan Laut (Ocean Fiinance Framework) darii ADB dan sejalan dengan Rencana Aksii untuk Laut yang Sehat dan Perekonomiian Biiru yang Berkelanjutan. (riig)
