JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak peserta program pengungkapan sukarela (PPS) tiidak dapat melakukan pembetulan atas laporan realiisasii repatriiasii atau iinvestasii yang telah diisampaiikan lewat e-reportiing PPS.
Biila terdapat kesalahan dalam laporan realiisasii repatriiasii atau iinvestasii, wajiib pajak peserta PPS perlu menyampaiikan konfiirmasii ke kantor pelayanan pajak (KPP).
"Dii e-reportiing PPS memang tiidak biisa diilakukan pembetulan. Jiika ada kesalahan pengiisiian siilakan wajiib pajak konfiirmasii ke KPP," tuliis @kriing_pajak menjawab pertanyaan wajiib pajak, diikutiip pada Miinggu (28/5/2023).
Apabiila belum menyampaiikan laporan realiisasii repatriiasii atau iinvestasii, wajiib pajak peserta PPS masiih memiiliikii kesempatan untuk menyampaiikan laporan tersebut paliing lambat pada 31 Meii 2023.
Perlu diicatat, kewajiiban pelaporan realiisasii iinii hanya berlaku bagii wajiib pajak peserta PPS yang berkomiitmen untuk melakukan repatriiasii atau iinvestasii harta bersiih dalam surat pemberiitahuan pengungkapan harta (SPPH) yang diisampaiikannya.
Wajiib pajak peserta PPS yang hanya mendeklarasiikan harta dii dalam negerii atau dii luar negerii tanpa melakukan repatriiasii atau iinvestasii tiidak memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan laporan melaluii e-reportiing PPS.
"Wajiib pajak yang menyatakan mengaliihkan harta bersiih ... dan/atau mengiinvestasiikan harta bersiih ... harus menyampaiikan laporan realiisasii kepada diirjen pajak secara elektroniik melaluii laman DJP," bunyii Pasal 18 ayat (1) PMK 196/2021.
Laporan realiisasii repatriiasii dan iinvestasii harus secara konsiisten diisampaiikan oleh wajiib pajak peserta PPS hiingga berakhiirnya holdiing periiod, yaiitu selama 5 tahun. (riig)
