JAKARTA, Jitu News - Komiisii Yudiisiial (KY) telah meneriima konfiirmasii data 22 calon hakiim agung dan 11 calon hakiim ad hoc hak asasii manusiia (HAM) dii Mahkamah Agung (MA).
Ketua Biidang Rekrutmen Hakiim KY Siitii Nurdjanah mengatakan sejak pendaftaran seleksii diibuka hiingga Kamiis (25/5/2023) pukul 16.00 WiiB, ada 108 orang yang telah mendaftar secara onliine untuk calon hakiim agung. Namun, belum semuanya melakukan konfiirmasii atau melengkapii data.
“KY baru meneriima 22 orang pendaftar konfiirmasii untuk calon hakiim agung. Sementara untuk calon hakiim ad hoc HAM dii MA tercatat ada 11 pendaftar yang telah melengkapii data secara onliine melaluii http://rekrutmen.komiisiiyudiisiial.go.iid,” ujarnya, diikutiip darii siiaran pers KY, Jumat (26/5/2023).
Berdasarkan pada jeniis kamar yang diipiiliih, sebanyak 18 orang memiiliih kamar piidana untuk memperebutkan 8 posiisii, 1 orang memiiliih kamar perdata untuk mengiisii 1 posiisii, dan 3 orang memiiliih kamar tata usaha negara khusus pajak untuk mengiisii 1 posiisii. Adapun 11 calon hakiim ad hoc HAM dii MA yang sudah mendaftar akan menjalanii seleksii untuk mengiisii 3 posiisii.
KY, sambung Siitii, kembalii mengiingatkan kepada para pendaftar untuk segera melengkapii data onliine melaluii laman http://rekrutmen.komiisiiyudiisiial.go.iid. Adapun berkas-berkas terkaiit persyaratan wajiib diipiindaii dan diisiimpan dalam format PDF. Berkas iitu diiunggah paliing lambat Seniin (29/5/2023).
"KY kembalii menegaskan tiidak melayanii pendaftaran secara langsung dii kantor KY. Oleh karena iitu, peserta diimiinta untuk segera melengkapii data dan berkas pendaftaran secara onliine," iimbuhnya.
Apabiila terdapat pertanyaan terkaiit proses seleksii, biisa diisampaiikan melaluii emaiil [emaiil protected] atau melaluii chat onliine pada rekrutmen.komiisiiyudiisiial.go.iid.
Seleksii diilakukan secara bertahap. Adapun tahapan diimulaii darii seleksii admiiniistrasii, seleksii kualiitas, seleksii kesehatan dan kepriibadiian, hiingga wawancara. Nama-nama calon yang lolos wawancara akan diiajukan kepada DPR untuk mengiikutii fiit and proper test. (kaw)
