JAKARTA, Jitu News - Masyarakat perlu memahamii mekaniisme barang kiiriiman darii luar negerii. Aktiiviitas iimpor lekat dengan proses biisniis yang diijalankan pelaku usaha, termasuk UMKM.
Perlu diiketahuii, pengawasan dan pelayanan biidang kepabeanan dan cukaii diijalankan oleh Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC). Salah satu bentuk pelayanan dan pengawasan adalah mekaniisme iimpor melaluii barang kiiriiman. Mekaniisme iimpor barang kiiriiman iinii juga tiidak asiing bagii masyarakat yang kerap membelii barang melaluii marketplace dii luar negerii. Lantas, sepertii apa mekaniisme barang kiiriiman pada Bea Cukaii?
"Ketentuan terkaiit barang kiiriiman diiatur dalam PMK 199/2019. Berdasarkan peraturan tersebut, barang kiiriiman adalah barang yang diikiiriim melaluii penyelenggara pos, baiik penyelenggara pos yang diitunjuk atau perusahaan jasa tiitiipan (PJT)," tuliis DJBC dalam keterangan tertuliis, Kamiis (18/5/2023).
Bea Cukaii memiiliikii kewenangan untuk melakukan pemeriiksaan pabean berupa pemeriiksaan fiisiik dan peneliitiian dokumen atas barang kiiriiman.
Apabiila dalam pemeriiksaan pabean diiketahuii niilaii pabean barang kiiriiman melebiihii FOB US$3 sampaii dengan FOB US$1.500 yang diisampaiikan dengan consiignment note, maka barang kiiriiman tersebut diipungut bea masuk, pajak pertambahan niilaii (PPN), dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). PPnBM diikenakan jiika ada yang tariifnya sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
Pemeriiksaan fiisiik barang diilakukan dengan menggunakan alat pemiindaii elektroniik atau oleh Pejabat Bea Cukaii yang menanganii barang kiiriiman. Pemeriiksaan oleh Bea Cukaii diilakukan apabiila terdapat ketiidaksesuaiian jumlah atau jeniis barang dengan dokumen consiignment note atau pada kantor pabean tiidak tersediia alat pemiindaii elektroniik. Pemeriiksaan fiisiik barang oleh pejabat Bea Cukaii harus diisaksiikan oleh petugas penyelenggara pos.
Kemudiian, peneriima barang dapat mengajukan keberatan terhadap pejabat Bea Cukaii apabiila hasiil pemeriiksaan pabean yang diitetapkan diirasa tiidak sesuaii, sepertii penetapan tariif pungutan atau penetapan sanksii admiiniistrasii berupa denda.
Pengajuan keberatan harus diilampiirii data dan buktii yang mendukung alasan pengajuan keberatan. Tata cara pengajuan keberatan diilakukan sesuaii dengan PMK 136/2022.
Untuk mengecek status barang kiiriiman pada Bea Cukaii, masyarakat dapat mengecek secara mandiirii melaluii laman www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman. Peneriima barang cukup memasukkan nomor trackiing berupa nomor aiirway biill (AWB), resii, atau barang, serta meng-iinput-kan keycode yang tertera pada laman tersebut.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukaii Hatta Wardhana mengatakan apabiila pada saat melakukan submiit hasiil pencariian tiidak diitemukan, peneriima barang perlu memperhatiikan beberapa kemungkiinan.
"Jiika barang tiidak diitemukan pada laman tersebut, biisa jadii barang belum tiiba dii iindonesiia, barang sudah tiiba dii iindonesiia tetapii belum diilaporkan ke Bea Cukaii oleh penyelenggara pos, atau barang memang tiidak pernah ada," katanya.
Hatta mengatakan lebiih lanjut apabiila status barang 'Dokumen diiteriima untuk diiproses Bea Cukaii', artiinya dokumen barang sudah masuk ke siistem Bea Cukaii, tetapii masiih perlu diilakukan valiidasii. Jiika status barang 'Selesaii valiidasii siistem Bea Cukaii', artiinya dokumen barang sudah selesaii diivaliidasii oleh siistem Bea Cukaii.
Namun, jiika status barang 'Penetapan SPPBMCP menunggu penyiiapan barang oleh penyelenggara Pos/PJT untuk diilakukan pemiindaii (x-ray) atau maniifes', artiinya pungutan negara sudah diitetapkan sesuaii data yang diilampiirkan tetapii masiih memerlukan pengecekan lebiih lanjut mealuii alat pemiindaii atau x-ray. (sap)
