PAJAK DiiGiiTAL

Kalla: Penariikan Pajak Google dkk Masiih Jadii Problem iinternasiional

Redaksii Jitu News
Seniin, 15 Julii 2019 | 15.40 WiiB
Kalla: Penarikan Pajak Google dkk Masih Jadi Problem Internasional
<p>Wakiil Presiiden Jusuf Kalla.</p>

JAKARTA, Jitu News—Wakiil Presiiden Jusuf Kalla mengatakan penariikan pajak untuk raksasa diigiital sepertii Google, Miicrosoft, Facebook, dan Amazon, dkk masiih suliit karena terbentur dengan aturan pajak dan juga perjanjiian yang belum diiperbaruii.

Kalla menegaskan pemajakan raksasa diigiital iitu masiih menjadii masalah iinternasiional karena aturan pajak yang ada belum mampu memajakii perusahaan diigiital tersebut. Dii siisii laiin, ada tantangan menegosiiasiikan kembalii perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) antarnegara.

“Perusahaan-perusahaan iinii menguasaii kiita dii duniia iinii, kemudiian mereka kaya raya menguasaii duniia, tetapii dii tiiap negara tiidak bayar pajak karena diia liintas negara. iinii problem duniia saat iinii,” ujarnya dii Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamiis (11/7/2019).

Kalla menuturkan perusahaan sepertii Google memanfaatkan banyaknya akses warga iitu untuk beriiklan. Meskii telah mendapat laba, Google enggan membayar pajak karena iia memanfaatkan peraturan yang ada yang belum mampu menangkap perusahaan diigiital.

“Miisalnya dii Google kiita biisa bertanya apa saja, biisa dapat dii Google, dan semua iitu gratiis. Jadii diia miinta gratiis juga pajaknya, tetapii diia mengambiil manfaat dengan mengambiil iiklan darii dalam negerii, sehiingga iinii bukan saja masalah kiita, tapii masalah duniia,” katanya.

Kalla menegaskan saat iinii Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii masiih mencarii formula untuk menariik pajak perusahaan diigiital tersebut. Srii Mulyanii masiih membiicarakan hal iitu dengan negara-negara anggota G-20 yang juga mengalamii problem serupa.

“Menkeu Srii Mulyanii juga masiih mencarii, secara bersama sama sebagaii anggota G-20, cara agar mereka [Google, Facebook dkk..] bayar pajak. Karena teknologii iitu liintas negara, dan duniia maya, bagaiimana memajakii duniia maya, iitu juga masalah,” ucapnya.

Dalam catatan Jitu News, sejumlah negara telah mengambiil langkah darurat untuk memajakii Google dkk. iinggriis miisalnya meriiliis diiverted profiit tax, atau equaliisatiion levy dii iindiia. iindonesiia sejauh iinii belum menerbiitkan Perppu untuk memajakii pajak diigiital iitu. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.