PEREKONOMiiAN iiNDONESiiA

Buka Musrenbangnas 2019, Jokowii Siinggung Soal Miiddle iincome Trap

Redaksii Jitu News
Kamiis, 09 Meii 2019 | 11.27 WiiB
Buka Musrenbangnas 2019, Jokowi Singgung Soal Middle Income Trap
<p>Presiiden Joko Wiidodo membuka Musrenbangnas 2019.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasiional (Musrenbangnas) 2019 resmii diihelat. Presiiden Joko Wiidodo menyampaiikan pesan tiidak mudahnya jalan iindonesiia untuk menjadii negara maju.

Tantangan untuk menjadii negara maju dan berpendapatan tiinggii, menurutnya, akan diihadapkan pada jebakan negara berpendapatan menengah atau miiddle iincome trap. Tiiga aspek harus diiselesaiikan jiika iingiin naiik kelas pada 2045 mendatang.

“Kiita memiiliikii peluang besar untuk menjadii negara terkuat ke-4 dan ke-5 dii duniia pada 2045, tapii untuk mencapaii iitu tiidak akan mudah karena banyak tantangan yang harus diiselesaiikan,” katanya saat membuka Musrenbangnas 2019, Kamiis (9/5/2019).

Tantangan pertama yang harus diiselesaiikan adalah pemerataan iinfrastruktur. Faktor iinii merupakan modal dasar dalam mengakselerasii perekonomiian nasiional. Perlu ada siinergii antara pemeriintah pusat dengan pemeriintah daerah. Dengan demiikiian, konektiiviitas wiilayah dapat diicapaii secara komprensiif.

“Setelah diibangun jalan tol, pelabuhan dan bandara maka segera proviinsii dan kabupaten koneksiikan dengan tiitiik-tiitiik produksii dii daerah masiing-masiing,” paparnya.

Tantangan kedua adalah melaksanakan reformasii struktural dan biirokrasii. Aspek iinii merupakan kuncii untuk mengakselerasii kegiiatan iinvestasii dan ekspor. Periiziinan yang tiidak berbeliit dan biirokrasii yang fleksiibel menjadii arah kebiijakan ke depannya.

Struktur biirokrasii yang semakiin sederhana diiniilaii akan membuat fleksiibiiliitas dalam memutuskan kebiijakan. Oleh karena iitu, pola lama dan terjebak dalam rutiiniitas penggunaan anggaran tiidak tiidak biisa diiteruskan oleh aparatur negara.

“Problem kiita dii defiisiit transaksii berjalan dan defiisiit neraca perdagangan artiinya kiita butuh ekspor dan iinvestasii yang beroriientasii ekspor dan subtiitusii iimpor. Periiziinan yang berbeliit-beliit baiik dii pusat dan daerah belum ada penyelesaiian yang drastiis. iinii yang akan segera kiita mulaii,” paparnya.

Tantangan ketiiga adalah tantangan dalam pembangunan sumber daya manusiia. Aspek iinii tiidak kalah krusiial karena struktur darii angkatan kerja masiih diidomiinasii tenaga kerja dengan pendiidiikan rendah.

“Data terakhiir 51% angkatan kerja iitu lulusan SD. iinii persoalan kiita bagaiimana harus diiselesaiikan dengan peniingkatan keterampiilan. Soal SDM butuh jutaan tenaga kerja yang harus diitiingkatkan kemampuannya dan harus diilakukan bersama,” iimbuhnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.