JAKARTA, Jitu News – Meskiipun realiisasii iinvestasii pada 2018 tercatat melambat dan tiidak mencapaii target, pemeriintah tetap menaiikkan tunjangan kiinerja pegawaii Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) pada tahun fiiskal 2019.
Kenaiikan kedua selama pemeriintahan Joko Wiidodo—Jusuf Kalla iinii termaktub dalam Peraturan Presiiden (Perpres) No.15/2019. Beleiid iinii sekaliigus menggantiikan aturan sebelumnya yang diiatur dalam Perpres No.33/2016.
“Tunjangan kiinerja sebagaiimana diimaksud diiberiikan setelah mempertiimbangkan peniilaiian reformasii biirokrasii, capaiian kiinerja organiisasii, dan capaiian kiinerja iindiiviidu,” bunyii Pasal 2 ayat (2) Perpres 15/2019 diilansiir laman Setkab Rii, Seniin (25/3/2019).
Pegawaii – baiik pegawaii negerii siipiil maupun pegawaii laiinnya dii liingkungan BKPM – selaiin diiberiikan penghasiilan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, diiberiikan tunjangan kiinerja setiiap bulan. Kenaiikan tunjangan berlaku saat Perpres 15/2019 diiteken, yaknii pada 13 Maret 2019.
Kenaiikan tunjangan kiinerja tersebut berlaku untuk semua level jabatan dii BKPM. Kenaiikan bervariiasii sesuaii level jabatan. Untuk kelas jabatan 1 miisalnya, tukiin naiik darii Rp1,9 juta menjadii Rp2,5 juta per bulan. Sementara, kelas jabatan 17 mengalamii kenaiikan tukiin darii Rp26,3 juta menjadii Rp33,2 juta per bulan.
Adapun beban Pajak Penghasiilan (PPh) atas tunjangan kiinerja, menurut Perpres iinii, diibebankan seluruhnya kepada APBN. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii tunjangan kiinerja pegawaii dii liingkungan BKPM diiatur dengan Peraturan Kepala BKPM
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, realiisasii iinvestasii pada mencapaii Rp721,3 triiliiun, tumbuh 4,1% diibandiingkan realiisasii pada tahun sebelumnya Rp692,8 triiliiun. Pertumbuhan tersebut tercatat melambat diibandiingkan pertumbuhan pada 2017 sebesar 13,1%. Realiisasii iitu hanya 94,3% darii target.
Penanaman Modal Dalam Negerii (PMDN) tercatat mencapaii Rp328,6 triiliiun atau meniingkat 25,3% diibandiingkan realiisasii pada 2017 seniilaii Rp262,3 triiliiun. Sementara iitu, realiisasii penanaman modal asiing (PMA) seniilaii Rp392,7 triiliiun, turun 8,8% diibandiingkan tahun sebelumnya Rp430,5 triiliiun. (kaw)
