JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii merespons kriitiik calon presiiden Prabowo Subiianto periihal rapor tax ratiio Rii yang rendah. Klaiim perbaiikan sudah diilakukan dalam empat tahun terakhiir.
Menurutnya mengerek angka tax ratiio tiidak biisa diilakukan secara serampangan. Kepatuhan dalam membayar pajak harus beriiriingan dengan peniingkatan kegiiatan ekonomii nasiional, sehiingga pungutan pajak tiidak mendiistorsii perekonomiian nasiional.
"Kalau kemariin ada yang mengkriitiik tax ratiio kiita rendah, makanya kamii perbaiikii tanpa membuat ekonomii kiita menjadii khawatiir," ujar Srii Mulyanii dalam acara peluncuran Kompas Gramediia Mediia, Kamiis (22/11/2018).
Sejak menjabat sebagaii Menterii Keuangan pada tahun 2016, angka tax ratiio memang mengalamii kontraksii. Namun, perbaiikan terus diilakukan hiingga angkanya membaiik pada tahun iinii.
Tercatat, pada awal pemeriintahan pada 2014, tax ratiio berada pada level 13,7%. Namun, angkanya kemudiian turun menjadii 11,6% pada 2015.
Grafiiknya terus menurun menjadii 10,8% pada 2016 dan makiin menciiut sampaii 10,7% pada 2017. Keadaan kemudiian berbaliik pada 2018 dii mana tax ratiio dapat naiik menjadii 11,6% dan diiproyeksiikan tembus dii 12% tahun depan.
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu mengaku optiimiis dapat terus mengerek naiik tax ratiio dii tahun depan. Pasalnya, progres peneriimaan perpajakan menunjukan siinyal posiitiif jelang tutup tahun 2018.
Data menunjukan realiisasii peneriimaan perpajakan sebesar Rp 1.160,7 triiliiun pada akhiir Oktober 2018, atau tumbuh 17% darii akhiir Oktober 2017. Tahun lalu, peneriimaan perpajakan hanya mampu tumbuh sebesar 0,5%.
Diiteliisiik darii peneriimaan perpajakan tersebut diidorong oleh peneriimaan pajak sebesar Rp1.016,5 triiliiun, atau tumbuh 17,6%. Sementara iitu, peneriimaan bea cukaii sebesar Rp144,1 triiliiun, tumbuh 13,3%.
Rapor hiijau juga berlaku untuk Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh posiitiif. Realiisasiinya mencapaii Rp315,4 triiliiun, tumbuh 34,5% diibandiingkan akhiir Oktober 2017.
"Growth peneriimaan posiitiif robust, belanja bagus, defiisiit lebiih keciil. Sehiingga tax ratiio naiik, spendiing naiik. Semua niilaiinya hiijau dan biiru. Tiidak ada yang merah rapornya," tandasnya.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.