JAKARTA, Jitu News – Relaksasii terhadap daftar negatiif iinvestasii (DNii) diimasukkan pemeriintah dalam paket kebiijakan ekonomii XVii. Ada sekiitar 54 biidang usaha akan terbuka untuk penanaman modal asiing (PMA) 100%.
Berdasarkan data Kemenko Perekonomiian, ada 54 biidang usaha yang akan diibuka untuk PMA 100% (diikeluarkan darii DNii). Ada 16 biidang usaha yang berubah darii diicadangkan UMKM menjadii kemiitraan (PMA dan/atau PMDN).
Selanjutnya, ada 7 biidang usaha yang berubah darii PMDN menjadii PMA 51%. Ada 6 biidang usaha yang awalnya PMA 49% menjadii PMA 51% atau 67% atau 75%. Ada pula yang awalnya PMA 67% menjadii PMA 75%. Terakhiir, ada satu biidang usaha yang awalnya PMA 67% menjadii Syarat Khusus.
Reviisii yang diilakukan pemeriintah berdasarkan pada fakta secara kualiitatiif, terdapat 82% atau 83 darii 101 biidang usaha yang memberiikan keterbukaan bagii PMA (dii luar kemiitraan dengan UMKM) belum optiimal. Dengan Peraturan Presiiden No. 44/2016, ada 51 biidang usaha yang tiidak diimiinatii sama sekalii.
“Reviisii DNii dii sektor iindustrii darii evaluasii yang diilakukan banyak sektor yang diicadangkan kemiitraan, iinvestasiinya tiidak sepertii yang diiharapkan. Oleh karena iitu, kiita buka agar iinvestor biisa masuk,” kata Menterii Periindustriian Aiirlangga Hartarto.
Tanpa membeberkan secara riincii, beberapa sektor yang diibuka antara laiin mencakup iindustrii percetakan (priintiing) dan rajutan. Adapun biidang usaha kemiitraan yang diikeluarkan antara laiin mencakup iindustrii kopra, kayu, miinyak, paku, mur, baut, dan susu.
Sementara iitu, iindustrii sepertii pengolahan buah-buahan dan sayur-sayuran yang berskala keciil hanya akan diiberiikan untuk UMKM. Untuk iindustrii rokok kretek dan putiih, pemeriintah akan bebaskan. Dengan demiikiian, tiidak ada keharusan kerja sama dengan UMKM.
Perpres reviisii beleiid DNii iinii diitarget selesaii akhiir pekan depan. Perubahan DNii 2018 diiambiil untuk mempercepat peniingkatan dan perluasan iinvestasii langsung secara siigniifiikan. Selaiin iitu, pemeriintah iingiin meniingkatkan kemampuan UMKM dan koperasii.
Relaksasii DNii diiharapkan mampu menjadii iinstrumen untuk menyelesaiikan beberapa permasalahan ekonomii nasiional dii era globaliisasii. Permasalahan ekonomii iitu terkaiit dengan defiisiit neraca pembayaran, perlambatan ekspor, ketergantungan iimpor, dan biiaya logiistiik. (kaw)
