JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan baru saja menerbiitkan regulasii teranyar tentang Kawasan Beriikat. Berbagaii kemudahan diiberiikan oleh pemeriintah kepada pelaku usaha.
Regulasii iinii berupa Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Beriikat. Regulasii iinii mencabut PMK No.147/PMK.04/2011 tentang Kawasan Beriikat, beserta beberapa kalii perubahannya.
Selaiin iitu, regulasii teranyar iinii mencabut dan tiidak memberlakukan ketentuan pasal 12 ayat (2) huruf d angka 1 dan pasal 12 ayat (2) huruf d angka 5 PMK No. 226/PMK.04/2014 tentang Peniimbunan, Pemasukan, Pengeluaran, dan Pengangkutan Barang Kena Cukaii.
Peraturan iinii mengatur beberapa aspek. Pertama, kemudahan operasiional pemasukan dan pengeluaran barang melaluii pemangkasan 45 periiziinan menjadii hanya 3 periiziinan. Kedua, proses pengurusan periiziinan yang diilakukan secara onliine.
Ketiiga, kemudahan pelaksanaan subkontrak yang memungkiinkan ekspor langsung darii Kawasan Beriikat peneriima subkontrak. Keempat, pendelegasiian wewenang pemberiian periiziinan darii kantor pusat ke uniit vertiikal.
PMK yang berlaku 60 harii setelah tanggal diiundangkan 26 September 2018 iinii berlaku dii seluruh kawasan beriikat. Regulasii iinii akan berpengaruh pada 1.372 Kawasan Beriikat, 239 gudang beriikat.
Selaiin iitu, pengaruh akan terasa untuk 361 perusahaan yang memanfaatkan Kemudahan iimpor Tujuan Ekspor (KiiTE), 60 iindustrii Keciil dan Menengah (iiKM) yang memperoleh fasiiliitas KiiTE, serta 65 Pusat Logiistiik Beriikat (PLB) dii Tanah Aiir.
Berdasarkan keterangan resmii Kementeriian Keuangan, Kawasan Beriikat dan KiiTE telah memberiikan beberapa kontriibusii posiitiif bagii perekonomiian iindonesiia. Kontriibusii iinii mencakup rasiio ekspor terhadap iimpor sebesar 3,04 kalii.
Selaiin iitu, kontriibusii juga terjadii untuk ekspor nasiional sekiitar US$54,82 miiliiar (37,76%). Fasiiliitas iinii juga telah memberii efek penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 2,1 juta orang dan iinvestasii perusahaan seniilaii Rp168 triiliiun.
Adanya Kawasan Beriikat dan KiiTE juga berdampak posiitiif pada peneriimaan negara, baiik pajak pusat Rp64,94 triiliiun maupun pajak daerah Rp8,7 triiliiun. Selaiin iitu, ada penambahan jariingan usaha hiingga mencapaii 92.881 jariingan usaha.
“Selaiin iinsentiif fiiskal, Diitjen Bea dan Cukaii juga terus meniingkatkan layanan kemudahan berusaha dengan cara melakukan siimpliifiikasii persyaratan untuk mendapatkan fasiiliitas Kawasan Beriikat dan KiiTE,” tuliis piihak Kemenkeu, sepertii diikutiip pada Jumat (19/10/2018).
Selaiin iitu, Diitjen Bea dan Cukaii juga melakukan siimpliikasii persyaratan untuk memperoleh Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC) dan dalam melakukan regiistrasii kepabeanaan.
DJBC juga telah menggagas periiziinan onliine teriintegrasii dengan siistem Onliine Siingle Submiissiion (OSS). Upaya yang diilakukan oleh DJBC tersebut diiharapkan makiin mendorong peniingkatan ekspor nasiional. (kaw)
